Rupiah Melemah & BI Rate Naik, Mega Insurance Waspadai Kenaikan Rasio Klaim



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Umum Mega (Mega Insurance) menyebut ada sejumlah faktor yang berpotensi memengaruhi angka rasio klaim.

Risk, Legal, and Compliance Director Mega Insurance Diang Edelina memaparkan faktor tersebut diantaranya pelemahan daya beli, pelemahan nilai tukar rupiah, dan kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia atau BI Rate.

"Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi rasio klaim, terutama dari sisi nilai klaim," katanya kepada Kontan, Rabu (24/6/2026).


Diang menjelaskan pelemahan nilai tukar rupiah dapat meningkatkan biaya perbaikan dan penggantian barang yang memiliki komponen impor, seperti kendaraan, alat berat, maupun mesin industri. Selain itu, dia bilang kondisi ekonomi yang menantang juga dapat memengaruhi profil risiko pada beberapa segmen bisnis. 

Baca Juga: UU P2SK Beri Penjaminan Polis, ASEI Yakin Dapat Berdampak Positif bagi Asuransi

"Namun, dampaknya tetap bergantung pada komposisi portofolio dan kualitas pengelolaan risiko masing-masing perusahaan," tuturnya.

Lebih lanjut, Diang menyampaikan pihaknya masih akan mewaspadai beberapa faktor yang dapat meningkatkan angka rasio klaim hingga akhir tahun ini, seperti pelemahan nilai tukar Rupiah yang dapat meningkatkan biaya klaim, inflasi biaya perbaikan dan jasa, serta potensi bencana alam dan cuaca ekstrem yang dapat meningkatkan frekuensi maupun nilai klaim. Selain itu, perkembangan risiko baru seiring perubahan aktivitas bisnis juga menjadi Mega Insurance.

Sementara itu, Diang menerangkan pihaknya akan melakukan sejumlah upaya untuk menekan rasio klaim. Dia bilang upayanya, yaitu berfokus menjaga kualitas bisnis melalui underwriting yang selektif dan penerapan manajemen risiko yang baik. 

"Kami juga memperkuat risk survey, melakukan monitoring tren klaim secara berkala, serta bekerja sama dengan mitra seperti bengkel, surveyor, dan reasuradur untuk memastikan biaya klaim tetap terkendali tanpa mengurangi kualitas layanan kepada nasabah," kata Diang.

Dengan langkah tersebut, Diang berharap rasio klaim perusahaan dapat tetap terjaga pada level yang sehat. Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, Mega Insurance mencatatkan pendapatan premi bruto sebesar Rp 645,17 miliar, sedangkan klaim bruto sebesar Rp 252,61 miliar per Mei 2026. Dengan demikian, angka rasio klaimnya sebesar 39,15%. 

Baca Juga: Saham Big Banks Kian Tertekan Aksi Net Sell Asing, Cermati Rekomendasi Analis

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News