JAKARTA. Perusahaan perikanan yang fokus ekspor yakni PT Dharma Samudera Fishing Industry Tbk menargetkan bisa meningkatkan pendapatan pada semester dua tahun ini dibandingkan dengan semester I. Bila pada pertengahan tahun ini, perusahaan dengan kode emite DSFI ini mencatat penjualan sekitar US$ 21 juta, maka pada semester II tahun ini, DSFI optimistia bisa mencatat penjualan hingga US$ 25 juta. Optimisme tersebut tak terlepas dari melemahnya mata uang rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS). Direktur Marketing DSFI Herman Sutjiamidjaja mengatakan sektiar 98% produk yang diolah DSFI berupa hasil perikanan berasal dari produk lokal, dan cuma sekitar 2% dari impor seperti plastik dan kardus pembungkus produk perikanan saja.
Karena itu, DSFI bakal meraup untung yang cukup besar sebagai efek dari pelemahan rupiah yang terdepresiasi terhadap mata uang dollar sektiar 10%-12%. "Jadi sekarang
timing-nya bagus untuk meningkatkan pendapatan," ujar Herman kepada KONTAN, Selasa (25/8). Herman mengatakan saat ini permintaan produk perikanan di pasar ekspor juga tidak mengalami penurunan sehingga, DSFI tetap bisa maksimal meningkatkan produksinya. Ia menargetkan pada semester dua tahun ini bisa meningkatkan pendapatan dari semester I sebanyak 10% hingga 20%. Herman menjelaskan pada semester I, pendapatan DSFI mencapai US$ 21 juta dan bila pada semester dua menjadi US$ 25 juta maka ada kenaikan pendapatan sekitar 15%-20% bila dibadingkan semester pertama tahun ini. Dengan demikian, pada akhir tahun, ditargetkan pada akhir tahun, DSFI dapat meraup pendapatan sekitar US$ 44 juta hingga US$ 46 juta. Apalagi, lanjut Herman, permintaan untuk produk olahan perikanan di sejumlah negara tujuan ekspor terus meningkat. Dengan kondisi seperti ini, DSFI siap mengenjot produksi untuk terus meningkatkan pendapatan. Sebelumnya, Direktur Utama DSFI J.Sarsito menargetkan pada tahun 2015 produksi DSFI bisa mencapai 8.200 ton dengan nilai Rp 515 miliar. DSFI memproyeksikan ekspor sebesar 6.450 dengan nilai Rp 480 miliar dan lokal 1.750 ton dengan nilai Rp 35 miliar. "Jadi estimasi laba bersih tahun 2015 ini Rp 15,7 miliar," ujar Sarsito. Untuk mencapai target 2015 ini, DSFI akan mempererat kerjasama dengan nelayan dan mitra kerjasama operasional (KSO). DFI juga akan melanjutkan program KSO dan sasaran ekspor 500 hingga 550 ton per bulan. DSFI juga berkomitmen mengembangkan pasar lokal dan merenovasi sarana dan prasarana yang dimiliki DSFI di Tanjung Priok.
Anggaran yang disediakan tidak lebih dari Rp 5 miliar sampai Rp 8 miliar saja. Hal itu dilakukan untuk meningkatkan kualitas dan mutu produksi DSFI sehingga tidak ketinggalan dalam bersaing dengan pihak lain. Hingga saat ini, kapasitas produksi pabrik pengolahan ikan milik DSFI mencapai 25 ton per hari. Selam ini, pihaknya mendapatkan bahan baku dari nelayan di sejumlah daerah seperti Bitung, Kendari, Jawa Tengah, dan Jawa Barat. Produksi mereka lebih banyak mengolah tuna yang mencapai 41% dari total produksi, menyusul
fish fillet 25%, octopus 10%,
king fish wr & fillet 9% dan
cuttle fish, whole fish. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News