KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) membuka peluang bagi eksportir pertambangan untuk memperoleh pendapatan lebih besar dari hasil penjualan di pasar internasional. Meski demikian, keuntungan dari selisih kurs berpotensi tergerus oleh kenaikan biaya operasional yang juga bergantung pada dolar AS. Direktur Eksekutif Pusat Studi Hukum Energi dan Pertambangan (Pushep) Bisman Bakhtiar menjelaskan, pelemahan rupiah memberikan keuntungan bagi perusahaan tambang yang memperoleh pendapatan ekspor dalam dolar AS. Pasalnya, nilai pendapatan dalam rupiah akan meningkat ketika dikonversi. Namun, keuntungan tersebut tidak serta-merta meningkatkan profitabilitas perusahaan. Sejumlah komponen biaya produksi, seperti bahan bakar minyak (BBM), alat berat, suku cadang, dan kebutuhan operasional lainnya, turut dipengaruhi oleh pergerakan kurs dolar AS.
Rupiah Melemah, Eksportir Tambang Berpeluang Untung tetapi Biaya Produksi Ikut Naik
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) membuka peluang bagi eksportir pertambangan untuk memperoleh pendapatan lebih besar dari hasil penjualan di pasar internasional. Meski demikian, keuntungan dari selisih kurs berpotensi tergerus oleh kenaikan biaya operasional yang juga bergantung pada dolar AS. Direktur Eksekutif Pusat Studi Hukum Energi dan Pertambangan (Pushep) Bisman Bakhtiar menjelaskan, pelemahan rupiah memberikan keuntungan bagi perusahaan tambang yang memperoleh pendapatan ekspor dalam dolar AS. Pasalnya, nilai pendapatan dalam rupiah akan meningkat ketika dikonversi. Namun, keuntungan tersebut tidak serta-merta meningkatkan profitabilitas perusahaan. Sejumlah komponen biaya produksi, seperti bahan bakar minyak (BBM), alat berat, suku cadang, dan kebutuhan operasional lainnya, turut dipengaruhi oleh pergerakan kurs dolar AS.
TAG: