Rupiah melemah, fulus CPRO bisa bertambah



SURABAYA. Pelemahan nilai tukar rupiah ternyata berdampak baik bagi pelaku bisnis yang berorientasi ekspor. Salah satunya adalah PT Central Proteinaprima Tbk (CPRO) yang menikmati kenaikan margin dari penguatan nilai tukar dolar AS terhadap rupiah.

Mahar Sembiring, Presiden Direktur CPRO memperkirakan, penguatan dollar AS berpotensi menaikkan keuntungan CP Prima sepanjang tahun 2013. Sebab, CP Prima mendapat pemasukan dalam denominasi dollar AS lewat ekspor pakan udang sebesar 45%.

Selain itu, CPRO juga melakukan ekspor udang beku ke Amerika Serikat (AS) sekitar 40%. Kemudian emiten ini juga ekspor 5% produksi udang ke Eropa dan Jepang. "Tapi kami hanya menikmati kenaikan margin tipis karena bahan baku masih impor," ujar Mahar.


Saat ini, bahan baku pakan udang sebesar 50% masih impor dari AS. Demi tetap menuai keuntungan, CPRO telah menaikkan harga jual pakan udang sebanyak tiga kali sejak awal tahun. "Kami optimistis penjualan bisa tembus Rp 7 triliun di akhir tahun 2013," ucap Mahar.

Saat ini, kapasitas produksi pakan udang CPRO tercatat sebanyak 235.000 per tahun. Selain itu, CPRO juga memproduksi pakan ikan sebanyak 493.000 ton per tahun.

Sampai kuartal III 2013, penjualan CPRO naik tipis 6,30% menjadi Rp5,54 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 5,19 triliun. Namun begitu, CPRO masih membukukan rugi bersih sekitar Rp 745 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Asnil Amri