KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mulai memberikan tekanan besar terhadap industri makanan dan minuman nasional. Lonjakan biaya impor bahan baku hingga kemasan membuat pelaku usaha menghadapi tantangan berat di tengah ketidakpastian arah pergerakan kurs. Mengutip Bloomberg, rupiah ditutup di level Rp 17.476 per dolar AS pada Rabu (13/5/2026). Posisi tersebut menguat 0,3% dibandingkan penutupan sehari sebelumnya. Namun sehari sebelumnya, Selasa (12/5/2026), rupiah sempat menyentuh level Rp 17.529 per dolar AS, yang menjadi titik terlemah sepanjang sejarah. Ketua Umum Gabungan Produsen Makanan Minuman Indonesia (Gapmmi) Adhi S. Lukman mengatakan ketidakpastian pergerakan nilai tukar menjadi persoalan utama yang dihadapi industri saat ini.
Rupiah Melemah, Industri Makanan Minuman Tertekan
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mulai memberikan tekanan besar terhadap industri makanan dan minuman nasional. Lonjakan biaya impor bahan baku hingga kemasan membuat pelaku usaha menghadapi tantangan berat di tengah ketidakpastian arah pergerakan kurs. Mengutip Bloomberg, rupiah ditutup di level Rp 17.476 per dolar AS pada Rabu (13/5/2026). Posisi tersebut menguat 0,3% dibandingkan penutupan sehari sebelumnya. Namun sehari sebelumnya, Selasa (12/5/2026), rupiah sempat menyentuh level Rp 17.529 per dolar AS, yang menjadi titik terlemah sepanjang sejarah. Ketua Umum Gabungan Produsen Makanan Minuman Indonesia (Gapmmi) Adhi S. Lukman mengatakan ketidakpastian pergerakan nilai tukar menjadi persoalan utama yang dihadapi industri saat ini.
TAG: