KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menambah tekanan biaya produksi industri makanan dan minuman (mamin). Pasalnya, meski industri mengutamakan penggunaan bahan baku lokal, sejumlah komoditas utama masih bergantung pada pasokan impor. Ketua Umum Gabungan Produsen Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Adhi S. Lukman mengatakan, dampak pelemahan rupiah terhadap harga pokok produksi akan berbeda pada setiap perusahaan, bergantung pada porsi penggunaan bahan baku impor. Sejumlah bahan baku industri mamin bahkan masih memiliki ketergantungan impor yang tinggi. Adhi menyebut, gula industri dan terigu masih sepenuhnya bergantung pada impor. Sementara itu, sekitar 70% kebutuhan garam industri dan kedelai masih dipenuhi dari impor. Ketergantungan impor susu mencapai 80%, sedangkan bahan baku plastik untuk kemasan sekitar 50%.
Rupiah Melemah, Industri Mamin Hadapi Tekanan Biaya Bahan Baku Impor
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menambah tekanan biaya produksi industri makanan dan minuman (mamin). Pasalnya, meski industri mengutamakan penggunaan bahan baku lokal, sejumlah komoditas utama masih bergantung pada pasokan impor. Ketua Umum Gabungan Produsen Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Adhi S. Lukman mengatakan, dampak pelemahan rupiah terhadap harga pokok produksi akan berbeda pada setiap perusahaan, bergantung pada porsi penggunaan bahan baku impor. Sejumlah bahan baku industri mamin bahkan masih memiliki ketergantungan impor yang tinggi. Adhi menyebut, gula industri dan terigu masih sepenuhnya bergantung pada impor. Sementara itu, sekitar 70% kebutuhan garam industri dan kedelai masih dipenuhi dari impor. Ketergantungan impor susu mencapai 80%, sedangkan bahan baku plastik untuk kemasan sekitar 50%.
TAG: