Rupiah Melemah ke Rp 16.786 per Dolar AS, Tertekan Sentimen MSCI dan Outflow Asing



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Jumat (30/1/2026). Mengutip Bloomberg, rupiah di pasar spot melemah 0,19% secara harian ke Rp 16.786 per dolar AS.

Dalam sepekan rupiah di pasar spot menguat 0,20% dari Rp 16.820 per dolar AS pada Jumat (23/1/2026).

Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), rupiah juga tercatat melemah 0,05% secara harian ke Rp 16.796 per dolar AS. Meski demikian, dalam sepekan rupiah masih mencatat penguatan 0,24% dibandingkan posisi Rp 16.838 per dolar AS pada Jumat (23/1).


Pergerakan rupiah sepanjang pekan ini dinilai sangat dipengaruhi oleh berbagai sentimen, baik dari global maupun domestik.

Baca Juga: Trump Akan Umumkan Calon Ketua The Fed Baru, Rupiah Melemah ke Rp 16.786 per Dolar AS

Chief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai tekanan terhadap rupiah tetap terjadi meskipun dolar AS sempat tertekan oleh aksi jual (sell). Kondisi tersebut diperparah oleh aksi jual besar-besaran (sell off) dan arus dana asing keluar (outflow) dari pasar saham Indonesia.

“Sentimen seputar MSCI diperkirakan masih akan membebani rupiah sepekan mendatang,” ujar Lukman kepada Kontan, Jumat (30/1).

Menurut Lukman, seperti lazimnya pekan pertama setiap bulan, pasar akan dihadapkan pada padatnya rilis data ekonomi penting. Investor global menantikan sejumlah data utama dari AS, seperti data ISM dan Non-Farm Payrolls (NFP), yang kerap memengaruhi pergerakan dolar AS secara signifikan.

Dari dalam negeri, pelaku pasar juga menunggu rilis data neraca perdagangan, pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) kuartal IV-2025, serta posisi cadangan devisa Indonesia. Kombinasi data tersebut dinilai akan menjadi faktor penentu arah pergerakan rupiah dalam waktu dekat.

Lukman memperkirakan rupiah dalam sepekan ke depan akan bergerak dalam rentang Rp 16.650 – Rp 16.900 per dolar AS.

Senada dengan itu, Research and Development ICDX, Taufan Dimas Hareva, memproyeksikan rupiah masih akan bergerak fluktuatif dalam sepekan mendatang.

Dengan mempertimbangkan dinamika pasar global dan domestik, rupiah diperkirakan berada dalam kisaran Rp 16.700 hingga Rp 16.900 per dolar AS.

Baca Juga: Rupiah Dibuka Melemah ke Rp 16.809 Per Dolar AS Hari Ini (30/1), Asia Kompak Turun

“Pelaku pasar masih mencermati arah kebijakan moneter global, khususnya ekspektasi suku bunga The Fed serta rilis data ekonomi utama Amerika Serikat yang memengaruhi pergerakan dolar AS secara global,” ujar Taufan.

Sementara dari sisi domestik, perhatian pasar tertuju pada stabilitas pasar keuangan secara keseluruhan, termasuk dinamika pasar saham dan obligasi, serta konsistensi kebijakan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar di tengah volatilitas global.

Dengan kombinasi sentimen eksternal dan internal tersebut, pergerakan rupiah dalam waktu dekat diperkirakan masih akan berada dalam tekanan meski tetap memiliki peluang untuk bergerak stabil di dalam rentang yang diproyeksikan para analis.

Selanjutnya: Bursa Ditegur Pasar Global: FCA, MSCI & Mundurnya Pejabat Kunci Otoritas Pasar Modal

Menarik Dibaca: Bukan Gaji, Ini 5 Rahasia Orang Kaya Kelola Uang Hingga Sukses

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News