KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah kembali tertekan untuk dua hari beruntun pada Rabu (18/2/2026). Mengutip data
Bloomberg pukul 09.07 WIB, rupiah di pasar spot berada di level Rp 16.867 per dolar AS, melemah 0,18% dibandingkan posisi sebelumnya Rp 16.837 per dolar AS. Dolar AS bergerak stabil di tengah meningkatnya risiko geopolitik dan sikap hati-hati investor yang menanti risalah rapat Januari Federal Reserve untuk mencari petunjuk arah suku bunga ke depan.
Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp 40.000 Jadi Rp 2.878.000 Per Gram, Rabu (18/2) Melansir
Reuters, Indeks dolar AS, yang mengukur kinerja greenback terhadap sekeranjang mata uang utama, relatif tidak berubah di level 97,16 setelah menguat dalam dua hari terakhir. Euro turun tipis 0,06% ke US$1,1846. Yen Jepang stabil di 153,23 per dolar AS, sementara pound sterling melemah 0,07% ke US$1,3558 setelah sebelumnya turun 0,5%. Sentimen Geopolitik dan Data Global Pasar juga mencermati perkembangan geopolitik. Iran menyatakan ada kemajuan dalam pembicaraan nuklir dengan AS di Jenewa. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menyebut, kedua pihak telah mencapai kesepahaman atas prinsip-prinsip utama, meski kesepakatan final belum dekat.
Baca Juga: Pendapatan Jaya Ancol (PJAA) Menyusut 11,11% Jadi Rp 1,12 Triliun pada 2025 Di saat yang sama, Presiden AS Donald Trump mendesak percepatan kesepakatan damai dalam perundingan Rusia-Ukraina yang dimediasi AS di Jenewa. Menurut Samara Hammoud, analis mata uang di Commonwealth Bank of Australia, sentimen risiko yang melemah akibat ketegangan geopolitik sempat mendukung dolar AS. Namun, laporan kemajuan negosiasi AS-Iran membantu meredakan kekhawatiran pasar. Asia Sepi Transaksi, Kiwi Jadi Sorotan Sebagian pasar Asia masih tutup karena libur Tahun Baru Imlek sehingga volume transaksi relatif tipis. Dolar Selandia Baru (kiwi) menjadi pergerakan utama di sesi Asia setelah Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) mempertahankan suku bunga di 2,25% dan menegaskan kebijakan moneter perlu tetap akomodatif guna mendukung pemulihan ekonomi. Kiwi melemah 0,4% ke US$0,6016.
Baca Juga: Bursa Australia Menguat Rabu (18/2) Pagi, NAB Cetak Rekor dan BlueScope Melonjak Dolar Australia turun 0,1% ke US$0,7076. Sementara itu, Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) mendorong Jepang untuk terus menaikkan suku bunga dan menghindari pelonggaran fiskal lebih lanjut. Aset Kripto Melemah Di pasar kripto, bitcoin turun 0,7% ke US$67.167,14 dan ether melemah 1,15% ke US$1.976,18.
Ke depan, pelaku pasar menantikan risalah rapat The Fed serta rilis data produk domestik bruto (PDB) kuartal IV AS dari Departemen Perdagangan AS pada Jumat, yang berpotensi menjadi katalis pergerakan mata uang global, termasuk rupiah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News