KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah kembali ditutup melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (23/7). Kombinasi sentimen domestik dan eksternal masih memengaruhi pergerakan mata uang Garuda. Mengutip data
Bloomberg, Kamis (23/7/2026), rupiah spot ditutup di level Rp 17.936 per dolar AS. Ini membuat rupiah melemah 0,11% dibandingkan dengan penutupan hari sebelumnya yang berada di Rp 17.917 per dolar AS. Sejalan dengan itu, rupiah berdasarkan kurs Jisdor Bank Indonesia (BI) juga ditutup melemah ke level Rp 17.915 per dolar AS pada perdagangan hari ini, dari penutupan sehari sebelumnya yang sebesar Rp 19.909 per dolar AS.
Baca Juga: Investor BNBR Telah Eksekusi Rights Issue 79,82 Miliar Saham, Target Raup Rp 4,76 T Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, mengatakan dari dalam negeri, pelaku pasar mencermati pernyataan pemerintah terkait opsi efisiensi anggaran, termasuk kemungkinan pemangkasan anggaran pertahanan dan kepolisian apabila kondisi fiskal dan target defisit anggaran menghadapi tekanan. Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyatakan pemerintah akan melakukan efisiensi anggaran untuk mendukung upaya pengentasan kemiskinan dan kelaparan, termasuk membuka peluang pengurangan anggaran pertahanan dan kepolisian bila diperlukan. Selain itu, Ibrahim menilai keputusan Bank Indonesia (BI) yang mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75% juga menjadi perhatian pasar. "Disisi lain kebijakan ini dapat mendorong sektor riil untuk tetap bergerak dan meningkatkan penyaluran kredit. Keputusan ini juga bertujuan untuk menjaga inflasi dalam kisaran sasaran pemerintah dan meningkatkan aliran investasi portofolio asing," terang Ibrahim, Kamis (23/7/2026). Di sisi eksternal, ketegangan geopolitik di Timur Tengah masih menjadi sentimen utama. Ibrahim menyoroti berlanjutnya serangan militer Amerika Serikat terhadap Iran yang meningkatkan ketidakpastian di kawasan Selat Hormuz. "Garda Revolusi Iran mengatakan sebuah ledakan terjadi di sepanjang jalur pelayaran yang dipasangi ranjau di selatan Selat Hormuz, menambahkan bahwa salah satu dari tiga kapal tanker minyak terbakar sementara dua kapal lainnya berbalik arah," ujarnya. Untuk perdagangan Jumat (24/7), Ibrahim mengatakan pelaku pasar akan memfokuskan perhatian pada rilis data Klaim Pengangguran Awal AS untuk pekan yang berakhir 18 Juli.
Baca Juga: Harga Emas Jatuh 2%, Lonjakan Minyak Perkuat Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga AS Selain itu, investor juga akan mencermati rilis data S&P Flash PMI serta mengantisipasi keputusan kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) pada pekan depan. Ibrahim memproyeksikan rupiah pada perdagangan Jumat (24/7) bergerak di kisaran Rp 17.930 hingga Rp 17.980 per dolar AS. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News