Rupiah Melemah ke Rp 18.095, Dolar Taiwan dan Ringgit Tertekan



KONTAN.CO.ID - Nilai tukar sejumlah mata uang Asia melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat (6/11/2026).

Dolar Taiwan dan ringgit Malaysia mencatat pelemahan terbesar di antara mata uang kawasan yang tercantum dalam data perdagangan pagi ini.

Mengutip data Reuters pada pukul 02.01 GMT, dolar Taiwan melemah 0,36% ke level 32,995 per dolar AS, dibandingkan posisi sebelumnya di 32,876. Ringgit Malaysia juga turun 0,27% ke level 4,055 per dolar AS dari 4,044.


Baca Juga: Pasar Obligasi Menguat, Yield SUN 10 Tahun Turun ke 7,63%

Baht Thailand terkoreksi 0,19% ke 33,473 per dolar AS. Yen Jepang melemah 0,18% ke 157,950, sedangkan dolar Singapura turun 0,14% ke 1,279 per dolar AS.

Rupiah juga berada di zona merah. Mata uang Garuda melemah 0,11% ke level Rp 18.095 per dolar AS, dibandingkan posisi sebelumnya Rp 18.075 per dolar AS.

Pelemahan turut dialami peso Filipina sebesar 0,08% ke 62,976 per dolar AS dan yuan China sebesar 0,03% ke 6,670 per dolar AS.

Sebaliknya, won Korea Selatan menguat 0,13% ke level 1.356,2 per dolar AS. Sementara itu, rupee India bergerak stabil di 94,475 per dolar AS.

Jika dihitung sejak akhir 2025 hingga perdagangan Jumat (6/11/2026), rupiah mencatat pelemahan sebesar 7,88% terhadap dolar AS. Angka ini menjadi pelemahan terbesar kedua di antara mata uang yang tercantum, setelah peso Filipina yang terkoreksi 6,63%.

Baca Juga: IHSG Dibuka Anjlok ke 4.960 Jumat (6/11), Top Losers LQ45: JPFA, BRPT, HRTA

Baht Thailand melemah 6,04% sepanjang 2026, rupee India turun 4,87%, dan dolar Taiwan terkoreksi 4,72%. Sementara itu, won Korea Selatan menguat 6,22% dan yuan China naik 4,76% terhadap dolar AS sejak akhir tahun lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News