Rupiah Melemah ke Rp 18.145 per Dolar AS, Ini Penyebabnya



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah. Mengutip Bloomberg, Senin (13/7/2026) pukul 12.01 WIB, rupiah di pasar spot melemah 0,44% secara harian ke level Rp 18.145 per dolar AS.

Sebelumnya, rupiah di pasar spot menguat 0,35% secara harian ke Rp 18.065 per dolar AS pada Jumat (10/7/2026). 

Analis Mata Uang & Komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan, pelemahan rupiah dipengaruhi sentimen kondisi ekonomi domestik.


Baca Juga: Rupiah Makin Loyo ke Rp 18.145 per Dolar AS di Senin (13/7), Terlemah Kedua di Asia

Ibrahim menyebut bahwa Asian Development Bank memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia di level 5,2% pada 2026 dan 2027. ADB menilai prospek ekonomi Indonesia tetap stabil. Proyeksi 5,2% untuk 2026 ini tidak mengalami perubahan apabila dibandingkan dengan laporan ADO pada April lalu. 

“Namun demikian, proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di level 5% pada tahun ini masih berada di bawah target pemerintah. Dalam APBN 2026, pemerintah dan DPR menetapkan target pertumbuhan mencapai 5,4%,” kata Ibrahim saat dikonfirmasi, Senin (13/7/2026). 

Selain itu, Ibrahim menilai lonjakan harga minyak mentah global memicu kekhawatiran tentang inflasi yang didorong oleh energi, yang pada gilirannya dapat memicu sikap yang lebih agresif dari Federal Reserve. 

Ibrahim memproyeksikan rupiah pada hari ini bergerak fluktuatif, namun ditutup melemah direntang Rp 18.060 – Rp 18.110 per dolar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News