Rupiah Melemah ke Rp17.750, Bagaimana Nasib Mata Uang Asia Lainnya?



KONTAN.CO.ID - Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin (31/8/2026), sementara won Korea Selatan justru menguat di tengah pergerakan mata uang Asia yang cenderung beragam.

Mengutip data Reuters pada pukul 02.08 GMT, rupiah berada di level Rp17.750 per dolar AS, melemah 0,37% dibandingkan posisi sebelumnya di Rp17.685 per dolar AS.

Baca Juga: AS Bakal Kenakan Lebih Banyak Sanksi Baru ke Iran, Timur Tengah Memanas


Rupiah menjadi salah satu mata uang Asia yang mencatatkan pelemahan terbesar pada perdagangan awal pekan.

Tekanan terhadap rupiah terjadi ketika pasar meningkatkan ekspektasi terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga Federal Reserve setelah pernyataan hawkish Ketua The Fed Kevin Warsh.

Analis MUFG Bank Lloyd Chan menilai rupiah termasuk mata uang Asia yang cukup rentan terhadap meningkatnya peluang kenaikan suku bunga The Fed. Menurutnya, kenaikan imbal hasil aset AS dapat memberikan tekanan terhadap mata uang regional.

Sementara itu, won Korea Selatan menguat 0,12% menjadi 1.374,9 won per dolar AS, dari posisi sebelumnya 1.376,49 won per dolar AS.

Penguatan won terjadi meskipun pasar saham Korea Selatan mengalami tekanan. Indeks KOSPI pada perdagangan Senin turun tajam setelah sentimen pasar terbebani meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga AS.

Baca Juga: AS Serang Peluncur Roket Iran, Ketegangan Selat Hormuz Memanas

Yen dan Yuan Menguat

Sejumlah mata uang Asia lainnya juga mencatatkan penguatan terhadap dolar AS.

Yen Jepang menguat 0,14% menjadi 159,82 yen per dolar AS dari 160,04 yen. Dolar Singapura menguat 0,09% menjadi 1,273 per dolar AS.

Yuan China juga menguat 0,11% menjadi 6,723 per dolar AS dari 6,7307 per dolar AS.

Sementara itu, dolar Taiwan melemah 0,03% menjadi 31,638 per dolar AS. Baht Thailand turun 0,23% menjadi 33,205 per dolar AS dan peso Filipina melemah 0,04% menjadi 62,252 per dolar AS.

Rupee India bergerak relatif stabil di 95,378 per dolar AS.

Baca Juga: Google Maps Ubah Nama Lake Ontario Jadi Lake America untuk Pengguna AS

Rupiah Tertekan Sepanjang 2026

Secara keseluruhan, rupiah masih menjadi salah satu mata uang Asia dengan pelemahan terbesar sepanjang tahun berjalan.

Sejak akhir 2025, rupiah telah melemah sekitar 6,08% terhadap dolar AS. Pada akhir 2025, rupiah berada di level Rp16.670 per dolar AS.

Sebaliknya, won Korea Selatan mencatatkan penguatan sebesar 4,77% sepanjang 2026. Won berada di level 1.440,51 per dolar AS pada akhir 2025 dan kini menguat ke sekitar 1.374,9 per dolar AS.

Yuan China juga menguat 3,94% sepanjang tahun, sementara dolar Singapura naik 0,96%.

Di sisi lain, baht Thailand menjadi salah satu mata uang dengan pelemahan terbesar, yakni 5,29%, disusul rupee India yang turun 5,77% dan peso Filipina yang melemah 5,55%.

Baca Juga: Dolar AS Menguat Dekati Level Tertinggi 2 Pekan, Yen Kembali Tembus 160

Pergerakan mata uang Asia pada awal pekan turut dipengaruhi meningkatnya ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga The Fed.

Pernyataan Warsh mengenai perlunya menjaga inflasi menuju target 2% membuat peluang kenaikan suku bunga AS pada September kembali meningkat.

Kondisi tersebut berpotensi menjaga dolar AS tetap kuat dan memberikan tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.