Rupiah melemah, namun masih punya amunisi positif



JAKARTA. Sepekan lalu, terlihat posisi rupiah terhadap dollar AS mulai sedikit terangkat walau sangat tipis. Namun pada awal minggu ini, mata uang Garuda kembali tertekan.

Pada pukul 09.45 WIB, Senin (19/11), rupiah melemah lagi ke Rp 9.639 per dolar AS, dari Rp 9.629 pada Jumat (16/11). Pelemahan rupiah ini seiring negatifnya pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang bergerak anomali dengan bursa regional yang masih positif.Pengamat Valas Rahadyo Anggoro masih optimistis rupiah bisa sedikit menguat hari ini. Rahadyo menguraikan sentimen global masih cukup positif terutama ditopang oleh harapan Yunani dan Spanyol yang telah mendapatkan bailout pada pekan ini. "Yunani mungkin akan mendapatkan pencairan dana bailout sebanyak 44 miliar euro," jelas Rahadyo kepada KONTAN, Senin (19/11).Menurutnya,  angka tersebut lebih besar daripada rencana pencairan bailout berikutnya senilai 33 miliar euro sehingga memberikan sentimennya positif terhadap rupiah.

Di Amerika Serikat, pertemuan antara Presiden Barack Obama dengan Kongres pun mulai menemukan titik terang untuk menghindari krisis fiskal. Ini diharapkan mampu menguirangi tekanan dollar AS terhadap rupiah.


Akan tetapi Rahadyo melihat rupiah sulit naik ke arah 9.500, padahal mata uang lain menguat terhadap dollar AS." Indonesia saat ini, tidak lagi menjadi satu-satunya tujuan arus modal masuk," ulasnya.Untuk hari ini, ia memprediksi nilai tukar USD/IDR akan  menguat tipis ke level 9.625 – 9.640. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: