Rupiah Melemah, Pasar Cermati Pergantian Menteri Keuangan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan pada awal pekan. Sentimen pasar domestik turut dipengaruhi perubahan posisi Menteri Keuangan (Menkeu), sementara tekanan eksternal masih membayangi pergerakan mata uang Garuda.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah spot ditutup di level Rp 17.669 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin (14/9/2026). Posisi tersebut melemah 0,33% dibandingkan penutupan perdagangan Jumat (11/9/2026) di level Rp 17.611 per dolar AS.

Sementara itu, berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), rupiah berada di level Rp 17.635 per dolar AS pada Senin. Posisi tersebut melemah dibandingkan level Rp 17.611 per dolar AS pada Jumat.


Direktur PT Traze Andalan Futures sekaligus Pengamat Ekonomi, Mata Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan, pergantian Menkeu secara mendadak berpotensi memberikan tekanan terhadap rupiah karena dapat meningkatkan ketidakpastian fiskal.

Baca Juga: Terungkap! Segini Saham BEI yang Bakal Danantara Genggam Saat Demutualisasi

"Momentum saat ini Purbaya di reshuffle sudah bom waktu yang sudah cukup lama, kita lihat bahwa Purbaya ini bersih. Selalu bersih-bersih di Kementerian Keuangan, di Pajak dan Bea Cukai. Bisa saja ini banyak sekali musuhnya terutama dari partai politik," kata Ibrahim dalam keterangannya, Senin (14/9/2026).

Menurut Ibrahim, perubahan posisi Menkeu secara mendadak dapat meningkatkan kekhawatiran investor asing terhadap kesinambungan kebijakan anggaran pemerintah. Kondisi tersebut menjadi perhatian pasar, terutama setelah sebelumnya terdapat sejumlah perubahan terhadap asumsi anggaran pemerintah.

"Faktor pemicu yang paling utama itu adalah ketidakpastian fiskal. Karena kita lihat bahwa pergantian menteri keuangan secara mendadak dari Purbaya Yudhi Sadewa memicu kekhawatiran pelaku pasar dari investor asing mengenai kesinambungan kebijakan anggaran pemerintah ke depan," ujarnya.

Di sisi lain, Analis Mata Uang Doo Financial Futures Lukman Leong menilai pergantian Menkeu justru berpotensi menjadi sentimen positif bagi rupiah pada perdagangan Selasa (15/9/2026).

Baca Juga: IHSG Turun Tipis 0,10% ke 6.534, Top Losers LQ45: MDKA, EXCL, INCO, Senin (14/9)

"Penggantian Menkeu diperkirakan akan mendukung rupiah untuk besok. Walau demikian tekanan eksternal masih tetap kuat," kata Lukman kepada Kontan, Senin (14/9/2026).

Lukman memperkirakan rupiah pada perdagangan Selasa (15/9/2026) bergerak dalam rentang Rp 17.600 hingga Rp 17.750 per dolar AS.

Sementara itu, Ibrahim memproyeksikan rupiah akan bergerak pada kisaran Rp 17.660 hingga Rp 17.710 per dolar AS pada perdagangan berikutnya.

Dengan demikian, arah rupiah pada perdagangan Selasa akan dipengaruhi oleh kombinasi sentimen domestik dan eksternal.

Pergantian Menkeu berpotensi memberikan dukungan terhadap rupiah, tetapi tekanan eksternal serta kekhawatiran terhadap ketidakpastian fiskal masih menjadi faktor yang perlu dicermati pelaku pasar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News