Rupiah memimpin penguatan mata uang Asia di akhir pekan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kurs rupiah kembali menguat jelang akhir pekan ini. Jumat (5/4), Jakarta interbank spot dollar rate (Jisdor) menguat 0,17% ke level Rp 14.158 per dollar Amerika Serikat (AS) ketimbang posisi kemarin.

Di pasar spot pada pukul 10.08 WIB, kurs rupiah pun berada di level Rp 14.158 per dollar AS, menguat 0,18% dari posisi kemarin pada Rp 14.183 per dollar AS. Mata uang garuda pun diperkirakan akan melanjutkan penguatannya hingga akhir perdagangan nanti.

Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia Ahmad Mikail menyampaikan, indeks dollar AS diprediksi menguat di kisaran 97,00-97,50. Dollar AS juga berpotensi menguat terhadap hampir seluruh mata uang utama dunia, terutama euro. Hal ini didorong oleh pelemahan data ekonomi Jerman yang menyebabkan pelemahan euro terhadap the greenback. Tercatat data factory orders Jerman turun menjadi -4,2% (mom) di bulan Februari dibandingkan Januari sebesar -2,1% (mom).


"Penurunan tersebut semakin mendorong kekhawatiran investor akan prospek ekonomi zona Eropa," tulis Mikail dalam riset harian yang diterima Kontan.co.id.

Sementara itu, data tenaga kerja di AS mengalami penguatan. Ini terbukti dari data klaim pengangguran di AS yang turun menjadi 202.000 di minggu keempat Maret dari sebelumnya sebesar 212.000.

Membaiknya data tersebut setidaknya dapat mengurangi kekhawatiran para pelaku pasar terhadap ancaman perlambatan ekonomi AS. Sentimen ini pun dapat dimanfaatkan oleh rupiah mengingat meredanya isu resesi ekonomi AS berpotensi mendorong capital inflow ke pasar saham dan obligasi domestik.

Indeks dollar pagi ini melemah tipis ke 97,29 dari posisi kemarin pada 97,31. Indeks yang mencerminkan nilai tukar dollar AS terhadap mata uang utama dunia ini berada di ats 97 dalam tujuh hari perdagangan terakhir.

Rupiah pagi ini memimpin penguatan sejumlah mata uang Asia terhadap dollar AS. Menyusul rupiah, peso menguat 0,13% terhadap the greenback. Selain kedua mata uang, penguatan juga terjadi pada yuan offshore, ringgit, won, dollar Singapura dan dollar Taiwan.

Dengan demikian, Mikail memperkirakan rupiah akan menguat ke level Rp 14.100-Rp 14.150 per dollar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati