KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Nilai tukar rupiah mengalami gejolak sehingga melemah pada kisaran Rp 17.000 per dolar AS. Mengutip Bloomberg, rupiah di pasar spot pada 31 Desember 2025 berada di level Rp 16.680 per dolar AS. Sementara itu, rupiah di pasar spot berada di level Rp 17.012 per dolar AS pada perdagangan Rabu (8/4/2026). Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede mengatakan, otoritas moneter perlu tetap menempatkan stabilitas rupiah sebagai prioritas utama, sehingga Bank Indonesia tidak perlu tergesa-gesa menurunkan suku bunga. BI sudah menegaskan suku bunga acuan tetap di 4,75% untuk menjaga stabilitas rupiah, dan BI juga memperkuat intervensi di pasar spot, pasar valas berjangka domestik, serta pasar valas berjangka luar negeri. Selain itu, BI memperluas strategi operasi moneter untuk menarik aliran masuk modal, termasuk melalui instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia, dan pada April 2026 BI juga melonggarkan beberapa batas transaksi valas agar pasar lebih dalam dan lebih likuid.
Rupiah Mengalami Gejolak, Apakah Intervensi BI Sudah Efektif?
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Nilai tukar rupiah mengalami gejolak sehingga melemah pada kisaran Rp 17.000 per dolar AS. Mengutip Bloomberg, rupiah di pasar spot pada 31 Desember 2025 berada di level Rp 16.680 per dolar AS. Sementara itu, rupiah di pasar spot berada di level Rp 17.012 per dolar AS pada perdagangan Rabu (8/4/2026). Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede mengatakan, otoritas moneter perlu tetap menempatkan stabilitas rupiah sebagai prioritas utama, sehingga Bank Indonesia tidak perlu tergesa-gesa menurunkan suku bunga. BI sudah menegaskan suku bunga acuan tetap di 4,75% untuk menjaga stabilitas rupiah, dan BI juga memperkuat intervensi di pasar spot, pasar valas berjangka domestik, serta pasar valas berjangka luar negeri. Selain itu, BI memperluas strategi operasi moneter untuk menarik aliran masuk modal, termasuk melalui instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia, dan pada April 2026 BI juga melonggarkan beberapa batas transaksi valas agar pasar lebih dalam dan lebih likuid.