Rupiah Menguat 0,32% Sepekan, Simak Proyeksi Kurs Pekan Depan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah menunjukkan kinerja positif sepanjang pekan ini dengan mencatatkan penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Namun, penguatan tersebut belum sepenuhnya menghilangkan tekanan eksternal, terutama akibat ketidakpastian politik AS dan dinamika geopolitik global.

Melansir Bloomberg, rupiah di pasar spot ditutup pada level Rp 18.089 per dolar AS pada Jumat (6/11/2026). Posisi tersebut menguat 0,32% dibandingkan penutupan Jumat pekan sebelumnya (30/10/2026) yang berada di level Rp 18.147 per dolar AS.

Penguatan rupiah juga tercermin pada kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia (BI). Pada Jumat (6/11/2026), rupiah JISDOR ditutup di level Rp 18.130 per dolar AS, menguat tipis 0,04% dibandingkan posisi Rp 18.138 per dolar AS pada Jumat pekan lalu.


Chief Analyst Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan, pergerakan rupiah selama pekan ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor eksternal. Ketidakpastian politik di Amerika Serikat serta perkembangan geopolitik yang memengaruhi pasar energi menjadi sentimen yang membayangi pergerakan mata uang Garuda.

Baca Juga: Tabel Harga Emas Antam Hari Ini (6/11), Cek Semua Ukuran

Di sisi lain, kondisi ekonomi domestik memberikan dukungan terhadap rupiah, terutama setelah pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2026 tercatat lebih kuat dari perkiraan.

"Sentimen utama pekan ini adalah pemilu legislatif AS yang membuat ketidakpastian bagi investor. Harga minyak juga volatil diterpa isu serangan militer, kebijakan pascapemilu AS, dan upaya pembicaraan damai. Di sisi lain, data PDB kuartal III Indonesia yang lebih kuat dari perkiraan cukup mendukung rupiah," kata Lukman kepada Kontan, Jumat (6/11/2026).

Memasuki pekan depan, pelaku pasar akan mencermati perkembangan sentimen global setelah hasil pemilu AS diketahui. Respons investor terhadap hasil pemilu tersebut diperkirakan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pergerakan rupiah.

Sementara dari dalam negeri, perhatian pasar akan tertuju pada sejumlah indikator ekonomi yang mencerminkan kondisi konsumsi masyarakat, terutama data penjualan ritel dan indeks kepercayaan konsumen.

Baca Juga: IHSG Terkoreksi 0,13% Sepekan, Simak Proyeksi dan Rekomendasi Saham Pekan Depan

"Pekan depan akan ditentukan oleh sentimen umum investor global dalam merespons hasil pemilu AS. Tidak banyak data ekonomi penting. Dari domestik, yang perlu dicermati adalah data penjualan ritel dan indeks kepercayaan konsumen," tutur Lukman.

Berdasarkan berbagai sentimen tersebut, Lukman memperkirakan nilai tukar rupiah masih bergerak fluktuatif pada pekan depan. Ia memproyeksikan rupiah berada dalam rentang Rp 17.900 hingga Rp 18.300 per dolar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News