Rupiah Menguat dari Posisi Paling Lemah Sejak April 2020



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah menguat tipis setelah kemarin menyentuh level paling lemah dalam 2,5 tahun terakhir. Selasa (18/10), kurs rupiah spot menguat tipis 0,08% ke Rp 15.475 per dolar Amerika Serikat (AS).

Penguatan tipis rupiah pagi ini terjadi setelah kemarin mata uang Indonesia menyentuh level paling lemah sejak 17 April 2022 atau dalam 2,6 tahun terakhir.

Penguatan nilai tukar rupiah sejalan dengan pergerakan mayoritas mata uang Asia. Won memimpin penguatan sebesar 0,30%. Penguatan won Korea disusul oleh yen Jepang, rupiah, dolar Taiwan, peso Filipina, dan dolar Hong Kong.


Baca Juga: Perlu Upaya Lebih Keras Menjaga Volatilitas Rupiah

Sementara baht Thailand, ringgit Malaysia, yuan China, dan dolar Singapura melemah terhadap the greenback. Di sisi sebaliknya, indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia menguat 112,22 dari posisi kemarin 112,04.

"Rupiah tertekan oleh penguatan nilai tukar dolar AS dan penurunan neraca dagang sehingga menjadi kurang menarik. Tapi kepemilikan asing pada surat utang negara (SUN) sudah sejak akhir 2021 dan posisi ini menyebabkan rupiah tidak terlalu rentan," kata strategist Morgan Stanley yang dipimpin Ioana Zamfir dalam catatan yang dikutip Bloomberg

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati