KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Nilai tukar rupiah berhasil menguat tipis di awal pekan. Berdasarkan data
Bloomberg, Senin (27/4/2026), rupiah di pasar spot ditutup di level Rp 17.211 per dolar Amerika Serikat (AS) atau menguat 0,1% dibandingkan dengan penutupan pada Jumat (24/7/2026) di level Rp 17.229. Sejalan, kurs rupiah Jisdor juga menguat 0.29% menjadi Rp 17.227 per dolar AS di awal pekan ini.
Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi, menilai penguatan rupiah dipengaruhi oleh meredanya kekhawatiran pasar terhadap eskalasi konflik di Timur Tengah, khususnya terkait hubungan AS dan Iran.
Baca Juga: Awal Pekan, Rupiah Lanjut Menguat Ditopang Pelemahan Dolar AS Menurutnya, pelaku pasar mulai mempertimbangkan potensi dimulainya kembali pembicaraan damai antara kedua negara, yang dapat meredam gangguan pasokan global. Iran bahkan dilaporkan mengajukan proposal baru kepada AS, termasuk rencana pembukaan kembali Selat Hormuz dan mengakhiri perang. “Dalam usulan tersebut, Teheran menawarkan untuk menunda negosiasi nuklir demi fokus pada penyelesaian konflik, demikian laporan Axios mengutip seorang pejabat AS dan dua sumber yang memahami masalah tersebut,” ujar Ibrahim, Senin (27/4/2026). Sebelumnya pasar khawatir akan peningkatan eskalasi militer di kawasan tersebut, sehari setelah Iran merilis rekaman pasukan komando yang menaiki kapal kargo di Selat Hormuz, dan karena kemajuan pembukaan kembali jalur air vital tersebut terhenti. Dari dalam negeri, sentimen datang dari hasil penilaian lembaga pemeringkat global Moody's terhadap Indonesia.
Baca Juga: Perkasa, Rupiah Ditutup Menguat ke Rp 17.211 Per Dolar AS Hari Ini (27/4) Peringkat utang Indonesia tetap dipertahankan di level Baa2 atau satu tingkat di atas investment grade, meskipun outlook direvisi dari stabil menjadi negatif.
Ibrahim menilai, meski perubahan
outlook menjadi perhatian pasar, keputusan mempertahankan peringkat kredit masih memberikan sentimen positif bagi investor terhadap prospek ekonomi Indonesia. “Pemerintah terus memastikan bahwa setiap potensi risiko dapat dikelola dengan baik. Berbagai upaya
debottlenecking yang menghambat aktivitas usaha terus dilakukan. Selain itu, Pemerintah bersama Bank Indonesia berkomitmen untuk terus menjaga stabilitas harga dan nilai tukar serta stabilitas pasar keuangan. Sinergi fiskal dan Danantara akan dioptimalkan,” imbuhnya. Untuk perdagangan Selasa (28/4), Ibrahim memproyeksikan rupiah bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah, di rentang Rp 17.210 - Rp 17.260 per dolar AS. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News