Rupiah Menguat ke Rp 17.997 per Dolar AS, Penguatan Diperkirakan Masih Terbatas



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah berhasil menguat pada perdagangan awal pekan. Meski demikian, penguatan mata uang Garuda diperkirakan masih bersifat terbatas karena belum didukung derasnya aliran dana asing ke pasar domestik. Melansir Bloomberg, rupiah di pasar spot ditutup pada level Rp 17.997 per dolar Amerika Serikat (AS) pada akhir perdagangan Senin (3/8/2026), menguat 0,14% dari akhir pekan lalu yang ada di Rp 18.022 per dolar AS.

Sejalan dengan itu, rupiah di Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) ada di level Rp 17.991 per dolar Amerika Serikat (AS) pada Senin (3//8/2026), menguat 0,37% dari akhir pekan lalu yang ada di Rp 18.058 per dolar AS.

Baca Juga: Momentum Penguatan Dolar AS Mereda, Yen Jepang Berpeluang Menguat Lebih Besar


Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA), David Sumual, mengatakan penguatan rupiah pada awal pekan terutama didorong oleh pelemahan dolar AS di pasar global. Hal itu tercermin dari indeks dolar AS (DXY) yang turun ke kisaran 99,8 dari posisi sekitar 101,5 pada pekan sebelumnya.

“Kondisi rupiah yang menguat pada hari ini lebih dipengaruhi oleh dolar AS yang melemah, sementara dari sisi inflow asing yang masih outflow sehingga terbatas untuk support rupiah,” ungkap David kepada Kontan, Senin (3/8/2026).

Untuk perdagangan Selasa (4/8), David memperkirakan rupiah masih akan dipengaruhi oleh pergerakan dolar AS. Menurutnya, mata uang Negeri Paman Sam berpotensi kembali menguat setelah pasar keuangan AS kembali dibuka.

"Kondisi dolar AS yang dapat menguat kembali setelah pasar AS dibuka malam nanti, terlihat DXY index sudah mulai sedikit menguat pada siang hari," lanjut David.

Mempertimbangkan kondisi tersebut, David memproyeksikan rupiah pada Selasa (4/8) akan bergerak di kisaran Rp 17.900 hingga Rp 18.100 per dolar AS.

Baca Juga: Kinerja GOTO, BUKA dan BELI Beragam, Mana yang Paling Menarik?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News