JAKARTA. Penguatan rupiah yang terjadi belakangan ini dinilai akan menguntungkan bagi industri di dalam negeri yang membutuhkan bahan baku impor. Menguatnya rupiah hingga level Rp 8.928 per dolar AS pagi tadi akan memberikan kesempatan impor lebih murah bagi industri di dalam negeri. “Ini kesempatan bagi industri untuk tambah stok bahan baku,” kata Wakil Menteri Perdagangan Mahendra Siregar di Jakarta, Selasa (19/10).Mahendra bilang, saat rupiah menguat maka nilai bahan baku impor akan mengalami penurunan sehingga biaya produksi industrinya akan lebih rendah. Tapi Mahendra mengakui, penguatan rupiah juga memiliki efek negatif, terutama bagi industri yang berorientasi ekspor. “Memang ada plus minusnya,” jelas Mahendra.Akan tetapi, Mahendra menilai penguatan rupiah sampai level yang terbentuk saat ini masih dalam batas yang bisa ditolerir dari sisi perdagangan. Namun, ia mengaku pergerakan rupiah itu harus tetap dipantau agar tidak terlalu kuat sehingga berakibat kepada ketidakpastian rupiah. "Ini mesti diawasi terus," ungkapnya.Namun, penguatan rupiah tersebut menurutnya akan memberikan kesempatan bagi industri untuk segera membayarkan utang atau biaya yang dikeluarkan dalam bentuk rupiah. “Ini juga kesempatan untuk membayarkan biaya kerja yang dibayarkan secara rupiah,” perincinya. Garuda makin perkasa
Rupiah menguat, saatnya tambah stok bahan baku
JAKARTA. Penguatan rupiah yang terjadi belakangan ini dinilai akan menguntungkan bagi industri di dalam negeri yang membutuhkan bahan baku impor. Menguatnya rupiah hingga level Rp 8.928 per dolar AS pagi tadi akan memberikan kesempatan impor lebih murah bagi industri di dalam negeri. “Ini kesempatan bagi industri untuk tambah stok bahan baku,” kata Wakil Menteri Perdagangan Mahendra Siregar di Jakarta, Selasa (19/10).Mahendra bilang, saat rupiah menguat maka nilai bahan baku impor akan mengalami penurunan sehingga biaya produksi industrinya akan lebih rendah. Tapi Mahendra mengakui, penguatan rupiah juga memiliki efek negatif, terutama bagi industri yang berorientasi ekspor. “Memang ada plus minusnya,” jelas Mahendra.Akan tetapi, Mahendra menilai penguatan rupiah sampai level yang terbentuk saat ini masih dalam batas yang bisa ditolerir dari sisi perdagangan. Namun, ia mengaku pergerakan rupiah itu harus tetap dipantau agar tidak terlalu kuat sehingga berakibat kepada ketidakpastian rupiah. "Ini mesti diawasi terus," ungkapnya.Namun, penguatan rupiah tersebut menurutnya akan memberikan kesempatan bagi industri untuk segera membayarkan utang atau biaya yang dikeluarkan dalam bentuk rupiah. “Ini juga kesempatan untuk membayarkan biaya kerja yang dibayarkan secara rupiah,” perincinya. Garuda makin perkasa