Rupiah Menguat Tipis di Akhir Pekan, Investor Nantikan Data Inflasi dan NFP AS



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah di pasar spot berhasil mempertahankan penguatan hingga akhir perdagangan hari ini. 

Jumat (26/6/2026), rupiah spot ditutup di level Rp 17.922 per dolar Amerika Serikat (AS). Ini membuat rupiah menguat 0,12% dibandingkan dengan penutupan hari sebelumnya yang berada di level Rp 17.943 per dolar AS. Tapi dalam sepekan, rupiah hari ini di pasar spot melemah 0,66% dari Rp 17.906 pada Jumat (19/6) lalu.

Sejalan dengan itu, berdasarkan Jisdor Bank Indonesia (BI), rupiah melemah 0,11% secara harian ke Rp 17.962 per dolar AS dari hari sebelumnya Rp 17.962 per dolar AS. Dalam sepekan, rupiah Jisdor melemah 0,76% dibanding Rp 19.826 pada pekan lalu.


Baca Juga: IHSG Anjlok 1,72% ke 5.876, Top Losers LQ45: CUAN, BRPT, MDKA, Jumat (26/6)

Chief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan penguatan rupiah didorong oleh penurunan indeks dolar AS. Pelemahan dolar terjadi seiring berkurangnya ekspektasi investor terhadap kenaikan suku bunga The Fed. Sore ini, indeks dolar AS (DXY) berada di level 101,251 atai melemah 0,33% dalam sehari.

“Penguatan hari ini didukung oleh penurunan pada indeks dolar AS, dengan investor mengurangi harapan pada prospek kenaikan suku bunga The Fed seiring harga minyak mentah dunia yang terus menurun,” ungkap Lukman saat dihubungi Kontan, Jumat (26/6/2026).

Meski demikian, Lukman menilai pergerakan rupiah pada awal pekan depan masih berpotensi berfluktuasi. Investor diperkirakan akan bersikap hati-hati menjelang rilis sejumlah data ekonomi penting, baik dari dalam negeri maupun Amerika Serikat.

Dari domestik, pelaku pasar akan mencermati data neraca perdagangan, inflasi, dan aktivitas manufaktur yang dijadwalkan rilis pada Rabu. Sementara dari AS, perhatian akan tertuju pada data aktivitas manufaktur yang juga dirilis Rabu, disusul laporan ketenagakerjaan nonfarm payrolls (NFP) pada Kamis.

Selain data ekonomi, pergerakan pasar saham global juga diperkirakan menjadi faktor yang memengaruhi sentimen di pasar keuangan. Menurut Lukman, volatilitas saham-saham sektor teknologi dan kecerdasan buatan (AI) masih akan menjadi perhatian investor.

Baca Juga: Rupiah Ditutup Menguat ke Rp 17.922 Per Dolar AS Hari Ini (26/6), Asia Bervariasi

Dengan berbagai sentimen tersebut, Lukman memperkirakan pergerakan rupiah pada sepekan ke depan masih akan cenderung volatil. Ia memproyeksikan nilai tukar rupiah bergerak dalam kisaran Rp 17.750 hingga Rp 18.100 per dolar AS hingga akhir pekan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News