Rupiah minim sentimen



JAKARTA. Rupiah kembali terkoreksi pada perdagangan kemarin. Analis menilai, pelemahan rupiah terjadi akibat faktor teknikal setelah menguat signifikan pekan lalu.

Di pasar spot, rupiah versus dollar AS terdepresiasi 0,14% jadi Rp 13.327. Kurs tengah rupiah di Bank Indonesia (BI) menunjukkan pelemahan 0,07% ke Rp 13.320.

Analis Pasar Uang Bank Mandiri Reny Eka Putri mengatakan, pelaku pasar menunggu pernyataan Federal Open Market Committee (FOMC) yang akan dirilis Kamis (27/7). Investor berharap ada indikasi terbaru dari Janet Yellen, karena dari testimoni sebelumnya tidak terlalu agresif, ujar dia.


Bila The Fed masih belum membuat pernyataan yang jelas soal kenaikan suku bunga, rupiah akan kembali dilirik investor. Apalagi dari dalam negeri, tidak ada sentimen yang dapat mempengaruhi rupiah akhir bulan ini.

Research & Analyst Monex Investindo Futures Agus Chandra juga menyebut, tidak ada sentimen khusus yang mempengaruhi pelemahan rupiah kemarin. Rupiah bergerak terbatas di tengah dominasi dollar AS. "Pergerakan rupiah bergantung pada dollar AS," tandas Agus.

Hari ini (26/7), Agus memprediksi, kurs rupiah bergerak sempit di kisaran Rp 13.300-Rp 13.340 dan Rp 13.270-Rp 13.380 per dollar AS. Reny memprediksi, rupiah menguat bergerak di kisaran Rp 13.290-Rp 13.350.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Dupla Kartini