KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pelemahan nilai tukar rupiah dinilai lebih membebani anggaran belanja negara dibandingkan penerimaan negara yang diterima sebagai efek pelemahan rupiah. Sebagaimana diketahui, nilai tukar rupiah terus mengalami pelemahan. Pada perdagangan Selasa (7/4/2026), rupiah spot ditutup melemah 0,41% ke level Rp 17.105 per dolar AS. Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Indef, M Rizal Taufikurahman mencatat, berdasarkan data sensitivitas APBN tahun 2026, setiap Rp 100 per dolar AS rupiah terdepresiasi, maka akan menambah penerimaan negara Rp 5,3 triliun. Akan tetapi, anggaran belanja membengkak lebih besar menjadi Rp 6,1 triliun. Maka dari itu, akan menambah defisit sekitar Rp 800 miliar.
Rupiah Sentuh Rp 17.105 per Dolar AS, Belanja Negara dan Defisit APBN Tertekan
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pelemahan nilai tukar rupiah dinilai lebih membebani anggaran belanja negara dibandingkan penerimaan negara yang diterima sebagai efek pelemahan rupiah. Sebagaimana diketahui, nilai tukar rupiah terus mengalami pelemahan. Pada perdagangan Selasa (7/4/2026), rupiah spot ditutup melemah 0,41% ke level Rp 17.105 per dolar AS. Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Indef, M Rizal Taufikurahman mencatat, berdasarkan data sensitivitas APBN tahun 2026, setiap Rp 100 per dolar AS rupiah terdepresiasi, maka akan menambah penerimaan negara Rp 5,3 triliun. Akan tetapi, anggaran belanja membengkak lebih besar menjadi Rp 6,1 triliun. Maka dari itu, akan menambah defisit sekitar Rp 800 miliar.