KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Penguatan rupiah selama dua hari berturut-turut terhenti pada perdagangan Selasa (18/8/2026). Rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di tengah pergerakan mata uang Asia yang beragam. Mengutip data Bloomberg pukul 09.27 WIB, rupiah di pasar spot berada di level Rp17.842 per dolar AS, melemah 0,24% dibandingkan posisi penutupan Senin (17/8) di Rp17.798 per dolar AS.
Baca Juga: Won dan Ringgit Menguat, Rupiah Melemah terhadap Dolar AS, Selasa (18/8) Pergerakan rupiah tersebut sejalan dengan tekanan terhadap sejumlah mata uang Asia lainnya. Namun, won Korea Selatan dan ringgit Malaysia justru mencatat penguatan terbesar di kawasan. Berdasarkan data Reuters pada pukul 02.02 GMT, won Korea Selatan menguat 0,33% menjadi 1.411 won per dolar AS. Ringgit Malaysia juga menguat 0,35% menjadi 4,046 ringgit per dolar AS. Penguatan sejumlah mata uang Asia terjadi ketika dolar AS masih berada di bawah tekanan. Investor memangkas ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) dalam waktu dekat setelah serangkaian data ekonomi AS menunjukkan pelemahan. Di sisi lain, dolar Taiwan melemah 0,23% menjadi 31,780 per dolar AS. Yen Jepang turun 0,06% menjadi 159,520 per dolar AS, sedangkan baht Thailand melemah 0,08% menjadi 33,040 per dolar AS. Peso Filipina juga turun 0,20% menjadi 61,593 per dolar AS. Yuan China melemah tipis 0,03% menjadi 6,744 per dolar AS. Sementara itu, dolar Singapura menguat 0,05% menjadi 1,278 per dolar AS. Rupee India relatif stabil di level 95,603 per dolar AS.
Baca Juga: Rupiah Spot Melemah Pagi Ini di Level Rp 17.840 per Dolar AS, Selasa (18/8) Rupiah Masih Tertekan Secara kumulatif sepanjang 2026, rupiah masih menjadi salah satu mata uang Asia dengan kinerja terlemah. Berdasarkan data Reuters, rupiah berada di level Rp17.835 per dolar AS pada pukul 02.02 GMT, melemah 6,53% dibandingkan posisi akhir 2025 di Rp16.670 per dolar AS.
Rupee India telah melemah 6% sepanjang 2026, sedangkan baht Thailand turun 4,81% dan peso Filipina melemah 4,53%. Sebaliknya, won Korea Selatan menjadi salah satu mata uang dengan kinerja terbaik sepanjang tahun dengan penguatan 2,02% dibandingkan posisi akhir 2025. Ringgit Malaysia juga masih mencatat penguatan tipis sebesar 0,25% sepanjang 2026. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News