KONTAN.CO.ID - Pagi ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menunjukkan stabilitas di pasar spot. Berdasarkan data
real-time dari Trading Economics per 13 Januari 2026, kurs USD/IDR berada di level 16.823,30, turun 0,12% dari penutupan sebelumnya. Sumber data keuangan Yahoo Finance mencatat penutupan kemarin (12 Januari 2026) di sekitar Rp 16.852 per dollar AS dengan fluktuasi harian minimal. Di pasar bank, kurs referensi Bank Indonesia (JISDOR) juga mengonfirmasi posisi serupa di kisaran atas Rp 16.800-an per dollar AS.
Baca Juga: Izin Usaha LKM Gapoktan Wono Raharjo Dicabut OJK, Ini Alasannya Analisis Singkat Penyebab Fluktuasi
Pelemahan rupiah sejak akhir 2025 dipengaruhi faktor eksternal seperti penguatan dolar AS akibat data ekonomi solid AS dan ekspektasi suku bunga The Fed tetap tinggi, dengan indeks dolar (DXY) di sekitar 98,9 Di dalam negeri, sentimen negatif memang muncul dari pelebaran defisit APBN 2025 yang mencapai Rp 695,1 triliun atau 2,92% PDB per Desember 2025. Angka ini melebihi target awal dan menunjukkan
widening dibanding tahun sebelumnya, sebagaimana dilaporkan Kementerian Keuangan. Penurunan indeks keyakinan konsumen juga terkonfirmasi, turun ke 123,5 pada Desember 2025 dari 124 pada November, menurut data Bank Indonesia dan survei terkini.
Baca Juga: AAUI: Lini Asuransi Kesehatan Masih akan Dihadapkan Sejumlah Tantangan Selain itu, potensi neraca perdagangan bergeser ke defisit tipis di 2026 akibat koreksi ekspor komoditas pasca-lonjakan 2025 terlihat dari surplus yang menyempit menjadi USD2,66 miliar pada November 2025, lebih rendah dari estimasi, dengan
forecast menunjukkan tren penurunan surplus barang. Bank Indonesia terus memantau ketat stabilitas rupiah, namun tekanan eksternal dari global tetap dominan, sebagaimana dinyatakan dalam laporan resmi BI. Pernyataan ini didukung data terkini, meski surplus perdagangan masih positif tapi rentan.
Baca Juga: Kerugian Love Scam Tembus Rp 49 Miliar, OJK: Jangan Transfer Uang ke Pacar Online! Prediksi Rentang Pergerakan Hari Ini (13 Januari 2026)
Sepanjang hari ini, kurs USD/IDR diperkirakan bergerak dalam rentang Rp16.770 – Rp16.900 per dolar AS, berdasarkan model Trading Economics. Jika data inflasi AS lebih tinggi, rupiah bisa melemah ke Rp16.900–Rp17.000 per dollar AS. Sebaliknya, pelemahan dolar global dapat menguatkan rupiah ke Rp16.770.
Baca Juga: Amartha Terapkan AI dan Tenaga Lapangan untuk Mitigasi Risiko Kredit P2P Lending Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News