JAKARTA. Pergerakan rupiah pada hari ini diprediksi masih rentan terkoreksi. Kemarin, rupiah terapresiasi karena sokongan sentimen positif dari dalam negeri. Di pasar spot pada Kamis (27/8), rupiah menguat 1,01% ke level Rp 13.990,2 per dollar Amerika Serikat (AS). Namun berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia, rupiah turun 0,18% menjadi Rp 14.128. Trian Fathria, Research and Analyst Divisi Tresuri, PT Bank Negara Indonesia Tbk menjelaskan, ada beberapa faktor yang memicu rupiah menguat di pasar spot, sehingga meninggalkan level Rp 14.000. Pertama, aksi BI mengintervensi rupiah. Kedua, rencana pemerintah meluncurkan paket kebijakan guna menopang ekonomi dan penambahan cadangan devisa. "Paket ini akan dirilis pekan depan. Strategi ini dapat menguatkan rupiah sehingga pelaku pasar merespons positif," tuturnya. Ketiga, kinerja bursa saham domestik yang kinclong.
Rupiah tergantung tekanan dari data Amrik
JAKARTA. Pergerakan rupiah pada hari ini diprediksi masih rentan terkoreksi. Kemarin, rupiah terapresiasi karena sokongan sentimen positif dari dalam negeri. Di pasar spot pada Kamis (27/8), rupiah menguat 1,01% ke level Rp 13.990,2 per dollar Amerika Serikat (AS). Namun berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia, rupiah turun 0,18% menjadi Rp 14.128. Trian Fathria, Research and Analyst Divisi Tresuri, PT Bank Negara Indonesia Tbk menjelaskan, ada beberapa faktor yang memicu rupiah menguat di pasar spot, sehingga meninggalkan level Rp 14.000. Pertama, aksi BI mengintervensi rupiah. Kedua, rencana pemerintah meluncurkan paket kebijakan guna menopang ekonomi dan penambahan cadangan devisa. "Paket ini akan dirilis pekan depan. Strategi ini dapat menguatkan rupiah sehingga pelaku pasar merespons positif," tuturnya. Ketiga, kinerja bursa saham domestik yang kinclong.