JAKARTA. Nilai tukar rupiah masih terpuruk di level Rp 14.000 per dollar Amerika Serikat (AS). Mengacu data Bloomberg, Selasa (25/8) rupiah kembali melemah ke Rp 14.054 per dollar AS atau 0,03% dari penutupan hari sebelumnya Rp 14.050 per dollar AS. Analis dari PT Platon Niaga Berjangka Lukman Leong mengatakan penguatan dollar AS bersifat global karena kondisi ekonomi Tiongkok masih melambat. Sementara di sisi lain, pelaku pasar juga mencermati pembuat kebijakan the Fed tentang kemungkinan kenaikan suku bunganya (Fed fund rate). "Tiongkok kemungkinan akan memperlogar sistem keuangannya untuk memacu pertumbuhan ekonomi, sementara Amerika Serikat akan memperketat. Kebijakan yang berbeda dari dua negara terbesar dunia itu membuat investor cenderung masuk ke mata uang yang masuk dalam kategori 'safe haven', salah satunya dollar AS," katanya dikutip dari Antara.
Rupiah tersungkur ke Rp 14.054 per dollar AS
JAKARTA. Nilai tukar rupiah masih terpuruk di level Rp 14.000 per dollar Amerika Serikat (AS). Mengacu data Bloomberg, Selasa (25/8) rupiah kembali melemah ke Rp 14.054 per dollar AS atau 0,03% dari penutupan hari sebelumnya Rp 14.050 per dollar AS. Analis dari PT Platon Niaga Berjangka Lukman Leong mengatakan penguatan dollar AS bersifat global karena kondisi ekonomi Tiongkok masih melambat. Sementara di sisi lain, pelaku pasar juga mencermati pembuat kebijakan the Fed tentang kemungkinan kenaikan suku bunganya (Fed fund rate). "Tiongkok kemungkinan akan memperlogar sistem keuangannya untuk memacu pertumbuhan ekonomi, sementara Amerika Serikat akan memperketat. Kebijakan yang berbeda dari dua negara terbesar dunia itu membuat investor cenderung masuk ke mata uang yang masuk dalam kategori 'safe haven', salah satunya dollar AS," katanya dikutip dari Antara.