KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) menilai pelemahan nilai tukar rupiah masih dipengaruhi oleh ketidakpastian global, terutama terkait penyelesaian konflik Timur Tengah yang mendorong harga minyak bertahan di level tinggi dan meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS). Untuk diketahui, Rupiah spot ditutup pada level Rp 18.184 per dolar Amerika Serikat (AS) pada akhir perdagangan Rabu (28/10/2026), melemah 0,15% dari sehari sebelumnya yang ada di Rp 18.156 per dolar AS. Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia (BI), Erwin Gunawan Hutapea membeberkan, pelemahan nilai tukar rupiah masih dipengaruhi oleh ketidakpastian global, terutama terkait penyelesaian konflik Timur Tengah yang mendorong harga minyak bertahan di level tinggi dan meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS).
Rupiah Tertekan, BI Sebut Konflik Timur Tengah hingga Arus Keluar Modal Jadi Pemicu
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) menilai pelemahan nilai tukar rupiah masih dipengaruhi oleh ketidakpastian global, terutama terkait penyelesaian konflik Timur Tengah yang mendorong harga minyak bertahan di level tinggi dan meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS). Untuk diketahui, Rupiah spot ditutup pada level Rp 18.184 per dolar Amerika Serikat (AS) pada akhir perdagangan Rabu (28/10/2026), melemah 0,15% dari sehari sebelumnya yang ada di Rp 18.156 per dolar AS. Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia (BI), Erwin Gunawan Hutapea membeberkan, pelemahan nilai tukar rupiah masih dipengaruhi oleh ketidakpastian global, terutama terkait penyelesaian konflik Timur Tengah yang mendorong harga minyak bertahan di level tinggi dan meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS).
TAG: