KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ruang Bank Indonesia (BI) \ melonggarkan kebijakan moneter dinilai semakin terbatas seiring kenaikan inflasi. Kondisi tersebut menjadi salah satu sentimen yang perlu dicermati pasar di tengah tekanan eksternal dari penguatan dolar AS dan harga minyak yang bertahan di atas US$ 90 per barel. Tekanan tersebut turut tercermin pada pergerakan rupiah. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup melemah 0,42% atau 75 poin ke level Rp 17.978 per dolar AS pada Senin (28/9/2026). Sementara itu, dilansir dari Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia, rupiah berada di level Rp 17.965 per dolar AS, melemah 0,27% dari posisi sebelumnya. Presiden Komisaris HFX International Berjangka, Sutopo Widodo mengatakan, BI saat ini menahan suku bunga acuan di level 5,75%. Namun, kenaikan inflasi pada Agustus menjadi salah satu faktor yang dapat membatasi ruang pelonggaran kebijakan moneter ke depan.
Rupiah Tertekan di Rp 17.978, Ruang BI Pangkas Bunga Makin Terbatas Efek Inflasi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ruang Bank Indonesia (BI) \ melonggarkan kebijakan moneter dinilai semakin terbatas seiring kenaikan inflasi. Kondisi tersebut menjadi salah satu sentimen yang perlu dicermati pasar di tengah tekanan eksternal dari penguatan dolar AS dan harga minyak yang bertahan di atas US$ 90 per barel. Tekanan tersebut turut tercermin pada pergerakan rupiah. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup melemah 0,42% atau 75 poin ke level Rp 17.978 per dolar AS pada Senin (28/9/2026). Sementara itu, dilansir dari Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia, rupiah berada di level Rp 17.965 per dolar AS, melemah 0,27% dari posisi sebelumnya. Presiden Komisaris HFX International Berjangka, Sutopo Widodo mengatakan, BI saat ini menahan suku bunga acuan di level 5,75%. Namun, kenaikan inflasi pada Agustus menjadi salah satu faktor yang dapat membatasi ruang pelonggaran kebijakan moneter ke depan.