KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pergerakan rupiah kembali menjadi perhatian pasar menjelang pengumuman hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC) The Federal Reserve (The Fed) pada 16 September 2026. Di tengah penantian arah kebijakan suku bunga AS, rupiah juga menghadapi sentimen dari perubahan posisi Menteri Keuangan (Menkeu) di dalam negeri. Pada Selasa (15/9/2026), rupiah spot ditutup di level Rp 17.694 per dolar Amerika Serikat (AS). Posisi tersebut melemah 0,14% dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp 17.669 per dolar AS. Dari sisi domestik, pasar turut mencermati pergantian Menteri Keuangan secara mendadak dari Purbaya ke Suahasil Nazara. Kepala Macroeconomics and Finance Center Institute for Development of Economics and Finance (Indef), M. Rizal Taufikurahman mengatakan, respons pasar terhadap reshuffle tersebut masih cenderung wait and see.
Rupiah Tertekan Jelang FOMC, Analis Waspadai Risiko Tembus Rp 18.000
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pergerakan rupiah kembali menjadi perhatian pasar menjelang pengumuman hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC) The Federal Reserve (The Fed) pada 16 September 2026. Di tengah penantian arah kebijakan suku bunga AS, rupiah juga menghadapi sentimen dari perubahan posisi Menteri Keuangan (Menkeu) di dalam negeri. Pada Selasa (15/9/2026), rupiah spot ditutup di level Rp 17.694 per dolar Amerika Serikat (AS). Posisi tersebut melemah 0,14% dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp 17.669 per dolar AS. Dari sisi domestik, pasar turut mencermati pergantian Menteri Keuangan secara mendadak dari Purbaya ke Suahasil Nazara. Kepala Macroeconomics and Finance Center Institute for Development of Economics and Finance (Indef), M. Rizal Taufikurahman mengatakan, respons pasar terhadap reshuffle tersebut masih cenderung wait and see.
TAG: