KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Nilai tukar rupiah kembali melemah di pasar spot pada perdagangan Selasa (28/4/2026). Mengutip data
Bloomberg, rupiah ditutup di level Rp 17.243 per dolar Amerika Serikat (AS), turun 0,19% dibandingkan hari sebelumnya. Sejalan dengan itu, rupiah kurs Jisdor Bank Indonesia (BI) juga ditutup melemah 0,10% secara harian menjadi Rp 17.245 per dolar AS.
Chief Analyst Doo Financial Futures Lukman Leong, mengatakan pelemahan rupiah hari sejalan dengan tekanan yang dialami mayoritas mata uang global, baik di kawasan Asia maupun mata uang utama dunia lainnya terhadap dolar AS.
Baca Juga: Rupiah Spot Ditutup Lesu ke Rp 17.243 Selasa (28/4), Jisdor Melemah ke Rp 17.245 Menurutnya, kondisi ini dipicu oleh meningkatnya sentimen
risk-off di pasar keuangan global. Salah satu pemicunya adalah meredupnya harapan perdamaian di Timur Tengah, yang mendorong investor kembali memburu aset
safe haven seperti dolar AS. “Penguatan dolar AS terjadi seiring memburuknya prospek perdamaian di Timur Tengah, setelah muncul laporan bahwa Donald Trump tidak puas dengan proposal damai dari Iran,” ujar Lukman kepada Kontan, Selasa (28/4/2026). Ia menambahkan, pergerakan rupiah saat ini masih sangat dipengaruhi oleh dinamika sentimen global yang cenderung berubah-ubah, khususnya terkait perkembangan geopolitik di kawasan tersebut. Untuk perdagangan Rabu (29/4), Lukman memperkirakan rupiah masih berpotensi bergerak melemah, meskipun tekanannya relatif terbatas. Di sisi lain, peluang penguatan tetap terbuka apabila sentimen pasar membaik.
Baca Juga: Rupiah Spot Melemah 0,20% ke Rp 17.246 per Dolar AS pada Selasa (28/4) Siang “Pergerakan rupiah akan sangat bergantung pada perkembangan sentimen global yang cenderung
mood-nya
on-off, serta respons kebijakan dari Bank Indonesia yang diperkirakan akan terus melakukan intervensi secara intensif,” jelasnya. Dengan begitu, Ia memproyeksikan nilai tukar rupiah akan bergerak dalam kisaran Rp 17.150 hingga Rp 17.300 per dolar AS pada perdagangan besok Rabu (29/4). Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News