Rupiah Tertekan Menjadi Rp 17.948 per Dolar AS Senin (20/7), Pasar Menanti RDG BI



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah ditutup melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada awal pekan, Senin (20/7/2026), di tengah meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga minyak mentah dunia.

Mengutip Bloomberg, Senin (20/7/2026), rupiah spot ditutup di level Rp 17.948 per dolar AS. Hal ini membuat rupiah melemah 0,15% dibandingkan dengan penutupan pada Jumat (17/7/2026) di Rp 17.921 per dolar AS.

Sejalan dengan itu, rupiah dalam kurs Jisdor Bank Indonesia (BI) juga ditutup melemah 0,18% menjadi Rp 17.976 per dolar AS hari ini, dibandingkan penutupan akhir pekan lalu yang berada di level Rp 17.944 per dolar AS.


Chief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan pelemahan rupiah dipicu oleh meningkatnya sentimen risk-off akibat memanasnya situasi geopolitik di Timur Tengah.

Baca Juga: Perang Timur Tengah Berlanjut, Harga Minyak Mentah Global Diproyeksi Tetap Tinggi

"Rupiah ditutup melemah terhadap dolar AS di tengah eskalasi geopolitik di Timur Tengah dan kenaikan harga minyak mentah dunia," ujar Lukman kepada Kontan, Senin (20/7/2026).

Meski demikian, menurutnya, pelemahan rupiah tidak berlangsung lebih dalam karena masih ditopang oleh sentimen risk-on di pasar saham.

"Namun, sentimen risk-on di pasar ekuitas menahan pelemahan yang lebih besar," tambahnya.

Untuk perdagangan Selasa (21/7/2026), Lukman memperkirakan pergerakan rupiah masih akan dipengaruhi oleh perkembangan konflik geopolitik di Timur Tengah dan arah harga minyak mentah dunia.

Baca Juga: Harga Minyak Tembus Level Tertinggi Sebulan, Konflik AS-Iran Ganggu Pasokan

Pasalnya, tidak ada agenda rilis data ekonomi penting, baik dari dalam negeri maupun luar negeri, yang berpotensi menggerakkan pasar.

Selain itu, pelaku pasar juga akan mulai mengantisipasi hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu (22/7/2026).

Saat ini, suku bunga acuan BI berada di level 5,75%. Menurut Lukman, para pelaku pasar berharap BI kembali menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Lukman memproyeksikan rupiah bergerak dalam kisaran Rp 17.900 hingga Rp 18.000 per dolar AS pada perdagangan Selasa (21/7).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News