KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kepala Ekonom Bank Syariah Indonesia (BSI) Banjaran Surya Indrastomo menilai pelemahan nilai tukar rupiah memberikan dampak dua arah terhadap kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Dari sisi belanja, tekanan muncul pada pos-pos yang sensitif terhadap pergerakan kurs, seperti pembayaran bunga utang dalam valuta asing, subsidi dan kompensasi energi, serta belanja impor pemerintah. Menurut Banjaran, pelemahan rupiah akan meningkatkan nilai kewajiban valas dalam denominasi rupiah. Kondisi ini berpotensi memperlebar defisit fiskal apabila tidak diimbangi dengan pengendalian belanja yang ketat.
Rupiah Tertekan, Pemerintah Diminta Fokus Jaga Kualitas Belanja
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kepala Ekonom Bank Syariah Indonesia (BSI) Banjaran Surya Indrastomo menilai pelemahan nilai tukar rupiah memberikan dampak dua arah terhadap kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Dari sisi belanja, tekanan muncul pada pos-pos yang sensitif terhadap pergerakan kurs, seperti pembayaran bunga utang dalam valuta asing, subsidi dan kompensasi energi, serta belanja impor pemerintah. Menurut Banjaran, pelemahan rupiah akan meningkatkan nilai kewajiban valas dalam denominasi rupiah. Kondisi ini berpotensi memperlebar defisit fiskal apabila tidak diimbangi dengan pengendalian belanja yang ketat.