KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pelemahan rupiah tidak hanya berdampak pada pasar keuangan, tetapi juga mulai menekan kinerja sejumlah sektor industri dan strategi investasi. Mengutip data Bloomberg, kurs rupiah di pasar spot melemah 0,12% menjadi Rp 17.346 per dolar AS. Founder Traderindo.com, Wahyu Laksono menilai sektor yang paling terdampak adalah industri yang bergantung pada bahan baku impor, terutama barang konsumsi cepat saji (FMCG), farmasi, dan otomotif.
"Sektor Barang Konsumsi (FMCG) seperti Unilever Indonesia, Indofood CBP, dan Mayora Indah karena tingginya ketergantungan pada bahan baku impor seperti gandum, susu, gula," ujar Wahyu kepada Kontan, Kamis (30/4/2026).
Baca Juga: Kartu Pokémon Menguat Sejak 2024, Kolektor Ungkap Ciri yang Layak Investasi Selain itu, sektor farmasi dan otomotif juga terdampak kenaikan biaya komponen impor akibat pelemahan rupiah. Di tengah tekanan tersebut, sektor komoditas justru menunjukkan ketahanan lebih baik. Industri energi dan tambang seperti batu bara, nikel, dan emas mendapat keuntungan dari pendapatan berbasis dolar AS, sementara sebagian biaya operasional tetap dalam rupiah. Kondisi ini menciptakan natural hedge yang membantu menjaga margin perusahaan. Dalam kondisi pasar yang volatil, Wahyu menyarankan investor untuk mengedepankan strategi defensif. "Pertimbangkan saham global atau ETF berbasis komoditas untuk hedging alami," kata Wahyu. Selain itu, investor disarankan meningkatkan eksposur pada sektor berbasis ekspor serta mengurangi posisi pada perusahaan dengan utang valas tinggi tanpa lindung nilai. Bagi pelaku usaha, langkah utama adalah memperkuat manajemen risiko nilai tukar.
Strategi yang dapat ditempuh antara lain melakukan lindung nilai melalui kontrak forward atau opsi, menekan biaya dengan mencari substitusi bahan baku lokal, serta menyesuaikan harga jual untuk menjaga margin. Selain itu, perusahaan juga perlu mengantisipasi potensi kenaikan harga BBM domestik yang dapat memperbesar tekanan biaya operasional.
Baca Juga: Demam Pokémon Card, Pikachu Illustrator Jadi Aset Koleksi Bernilai Tinggi Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News