Rupiah tunggu data inflasi Mei dan tenaga kerja AS



JAKARTA. Rupiah berhasil mengambil peluang koreksi dollar AS di saat minim sentimen di dalam negeri. Pergerakan rupiah akhir pekan ini menanti data inflasi.

Di pasar spot, Kamis (1/6), nilai tukar rupiah menguat 0,12% ke level Rp 13.307 per dollar AS dibanding sehari sebelumnya. Sementara pada Rabu (31/5), kurs tengah Bank Indonesia menunjukkan rupiah menguat 0,11% ke level Rp 13.321.

Putu Agus Pransuamitra, Research and Analyst PT Monex Investindo Futures menjelaskan, rilis data penjualan rumah Amerika Serikat (AS) yakni pending home sales bulan April mencatat angka minus 1,3% atau lebih rendah dari bulan sebelumnya minus 0,9%.


Data ini memberi dampak negatif pada dollar AS sehingga membuat rupiah terangkat. "Tetapi pelemahan dollar AS tidak signifikan karena masih menanti data Non Farm Payroll (NFP) bulan Mei," paparnya.

Pada Kamis malam (1/6), AS akan merilis data tenaga kerja swasta dengan proyeksi naik sebesar 181.000 atau lebih tinggi dari sebelumnya 177.000. Sementara klaim pengangguran mingguan diprediksi meningkat ke 239.000 dari sebelumnya 234.000.

Di sisi lain, mata uang Garuda minim sentimen dalam negeri lantaran hari libur nasional. Rupiah menanti rilis data inflasi Mei pada akhir pekan ini. Jika klaim pengangguran AS ternyata turun, Putu memperkirakan rupiah akan melemah pada pergerakan Jumat (2/6).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Rizki Caturini