Rupiah Volatil, Begini Strategi Pakuwon Jati (PWON) Kelola Utang Dolar AS



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) mengambil langkah mitigasi untuk mengantisipasi dampak volatilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), terutama terhadap kewajiban obligasi valas yang dimiliki perseroan.

PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) tercatat memiliki obligasi dalam denominasi dolar AS sekitar US$ 333 juta yang akan jatuh tempo pada 2028.

Director of Business Development PWON, Ivy Wong menyatakan, perseroan telah melakukan hedging secara penuh atas obligasi dolar AS yang jatuh tempo pada 2028.


Dengan langkah tersebut, risiko fluktuasi nilai tukar terhadap kewajiban tersebut dapat dikelola lebih baik oleh PWON.

“Dalam menghadapi volatilitas rupiah saat ini, fokus kami adalah memastikan risiko nilai tukar tetap terkelola dengan baik serta menjaga likuiditas dan fleksibilitas keuangan perusahaan,” ujarnya kepada Kontan, Jumat (25/9/2026).

Baca Juga: IHSG Melemah 0,90% ke 6.241 pada Jumat (25/9), PGEO, ICBP, WIFI Top Losers LQ45

Untuk kebutuhan pendanaan ke depan, PWON akan mempertimbangkan kondisi pasar dan berbagai aspek penting lainnya.

“Kami tidak menutup kemungkinan terhadap berbagai alternatif pendanaan, baik dalam rupiah maupun mata uang lainnya, sepanjang memberikan struktur dan biaya pendanaan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan,” paparnya.

Ivy mengatakan, saat ini PWON juga tidak memiliki utang bank yang digunakan untuk pembangunan proyek.

Namun, apabila di kemudian hari terdapat kebutuhan pembiayaan melalui utang bank untuk mendukung pengembangan proyek, PWON akan terus memantau kondisi pasar serta mengelola alokasi modal dan posisi kas secara prudent.

 
PWON Chart by TradingView

Di sisi lain, recurring income masih menjadi fondasi utama bisnis PWON. Pada semester I 2026, sekitar 86% pendapatan perseroan berasal dari recurring income, yang terutama ditopang oleh bisnis retail, hospitality, dan office leasing.

Sementara itu, pendapatan dari condominium dan landed house merupakan bagian dari development revenue.

Ke depan, PWON tetap melihat recurring income sebagai salah satu pilar utama pertumbuhan perusahaan.

“Kami akan terus mengembangkan dan meningkatkan kualitas aset recurring melalui ekspansi retail, hospitality, office maupun integrated development, sehingga kontribusi recurring income diharapkan tetap kuat dan dapat terus bertumbuh secara berkelanjutan,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News