JAKARTA. Pemegang saham PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) menyetujui rencana penerbitan saham tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (non HMETD) sebesar 10% dari saham yang ada. Rencana aksi korporasi itu telah disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar hari ini (19/4)."Pada RUPSLB menyetujui BTEL untuk melakukan non prempetive rights issue 10% dari jumlah saham yang ada di harga Rp 265 per saham. Itu berdasarkan peraturan Bapepam-LK selama 25 hari trading," kata Direktur Utama BTEL Anindya Bakrie saat konfrensi pers selepas RUPSLB.Lebih lanjut, Anindya menyebut, persetujuan tersebut terkait dengan akuisisi terhadap Sampoerna Telecom. Dana hasil dari hajatan itu akan digunakan untuk mengembangkan jaringan. Selain juga untuk mengurangi utang yang ada dan mengembangkan data ke depan.Sebagai catatan, sebelumnya BTEL dan Sampoerna Telecom telah melaukan penandatangan conditional sale and purcase agreement pada 13 Maret 2012. Tahap pertama yang akan dilakukan adala BTEL mengakuisisi 35% saham Sampoerna Telekomunikasi Indonesia.Kemudian nantinya Sampoerna masuk ke BTEL melalui private placement yang totalnya mencapai 2,85 miliar saham. Jika menilik dari harga yang ditetapkan yaitu Rp 265 per saham, maka BTEL akan mendapatkan dana segar sekitar Rp 755,25 miliar.Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
RUPS BTEL restui penerbitan saham non HMETD
JAKARTA. Pemegang saham PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) menyetujui rencana penerbitan saham tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (non HMETD) sebesar 10% dari saham yang ada. Rencana aksi korporasi itu telah disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar hari ini (19/4)."Pada RUPSLB menyetujui BTEL untuk melakukan non prempetive rights issue 10% dari jumlah saham yang ada di harga Rp 265 per saham. Itu berdasarkan peraturan Bapepam-LK selama 25 hari trading," kata Direktur Utama BTEL Anindya Bakrie saat konfrensi pers selepas RUPSLB.Lebih lanjut, Anindya menyebut, persetujuan tersebut terkait dengan akuisisi terhadap Sampoerna Telecom. Dana hasil dari hajatan itu akan digunakan untuk mengembangkan jaringan. Selain juga untuk mengurangi utang yang ada dan mengembangkan data ke depan.Sebagai catatan, sebelumnya BTEL dan Sampoerna Telecom telah melaukan penandatangan conditional sale and purcase agreement pada 13 Maret 2012. Tahap pertama yang akan dilakukan adala BTEL mengakuisisi 35% saham Sampoerna Telekomunikasi Indonesia.Kemudian nantinya Sampoerna masuk ke BTEL melalui private placement yang totalnya mencapai 2,85 miliar saham. Jika menilik dari harga yang ditetapkan yaitu Rp 265 per saham, maka BTEL akan mendapatkan dana segar sekitar Rp 755,25 miliar.Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News