RUPS Tunas Ridean (TURI) Putuskan Tebar Dividen, Ini Besarannya



KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. PT Tunas Ridean Tbk (TURI) telah mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk tahun buku 2021. Pada RUPS tersebut menyetujui pembagian dividen tahun buku 2021.

Adapun laba yang diatribusikan pemegang saham Grup Tunas untuk tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2021 Rp 538,50 miliar. TURI akan menebar dividen sejumlah Rp 267,84 miliar untuk 5,58 miliar saham yang telah dikeluarkan Perseroan atau sebesar Rp 48 per saham.

"Dimana sebesar Rp 161,82 miliar atau Rp 29 per saham telah dibayarkan sebagai dividen interim pada bulan Desember 2021, sehingga sisanya sebesar Rp 106,02 miliar atau Rp 19 per saham akan dibayarkan sebagai dividen final," ujar Rico Adisurja Setiawan, Direktur Utama TURI, Rabu (18/5).


Sebagai informasi, TURI mencatatkan pendapatan bersih sebesar Rp 12,2 triliun pada tahun 2021 atau naik 45% dari tahun sebelumnya, sementara laba yang diatribusikan kepada pemegang saham Rp 538,5 miliar naik 1.158%. Laba per saham juga naik 1.158% menjadi Rp 97.

Baca Juga: Tunas Ridean (TURI) Cetak Kinerja Mantap, Laba Bersih Meroket 1.166,76%

Laba Grup dari bisnis otomotif naik 155% menjadi Rp 402,9 miliar dikarenakan terjadinya kenaikan penjualan. Pasar mobil nasional naik 49% menjadi 863.348 unit, sementara penjualan mobil Grup naik 48% menjadi 35.623 unit.

Pasar nasional perdagangan motor naik 38% menjadi 5,1 juta unit. Penjualan sepeda motor Grup tercatat naik 58% menjadi 217.939 unit selama tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2021.

Kontribusi laba bisnis rental turun 33% sebesar Rp15,1 miliar, terutama disebabkan oleh penurunan jumlah unit yang terikat kontrak baru dan nilai pelepasan unit yang lebih rendah di awal tahun. Jumlah armada rental naik pada kuartal terakhir tahun 2021 menjadi 7.732 unit.

Baca Juga: Siap-siap, cum date dividen interim delapan saham ini akan segera berakhir

Perusahaan asosiasi yang 49% sahamnya dimiliki Grup, Mandiri Tunas Finance, memberikan kontribusi laba sebesar Rp 120,5 miliar, dibandingkan rugi tahun sebelumnya sebesar Rp 147,0 miliar terutama disebabkan dari pemulihan pendapatan bunga bersih akibat dari peningkatan pembiayaan baru. Jumlah pembiayaan baru naik 23% menjadi Rp 20,6 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Noverius Laoli