KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Indosat Tbk (
ISAT) memperpanjang masa jabatan Presiden Direktur dan CEO Vikram Sinha. Keputusan tersebut disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada 29 September 2026. Selain menyetujui perpanjangan masa jabatan Vikram Sinha, RUPSLB Indosat juga menyetujui perubahan susunan Dewan Komisaris. Seppalga Ahmad mengundurkan diri dari jabatan Komisaris Perseroan dan pengunduran dirinya telah diterima serta disetujui dalam RUPSLB. Indosat menyampaikan apresiasi atas kontribusi dan dedikasi Seppalga selama menjalankan tugas sebagai bagian dari Dewan Komisaris.
Baca Juga: Harga Saham Melorot 63%, Pengendali Tak Ragu Borong Saham IMPC Perpanjangan masa jabatan Vikram Sinha dinilai memberikan kesinambungan bagi Indosat dalam menjalankan agenda strategis Perseroan. Salah satu fokus yang akan dilanjutkan adalah strategi AI North Star, yang mencakup pengembangan infrastruktur AI dan kapabilitas cloud hingga pembangunan ekosistem AI terintegrasi. Corporate Secretary, Director dan Chief Legal and Regulatory Officer Indosat Ooredoo Hutchison Reski Damayanti mengatakan, keberlanjutan kepemimpinan tersebut menjadi momentum bagi Perseroan untuk memperluas implementasi strategi dan mengembangkan kapabilitas digital. “Kami menyambut babak baru bagi Indosat, dengan momentum yang kuat dan peluang pertumbuhan yang semakin besar. Berbekal fondasi yang telah kami bangun, kami siap memperluas implementasi strategi AI North Star, memperkuat Customer Love, serta terus mengembangkan kapabilitas untuk menciptakan masa depan digital yang lebih berkelanjutan dan inklusif,” kata Reski dalam keterangan tertulis, Selasa (29/9/2026). Dalam strategi AI North Star, Indosat akan mengembangkan ekosistem yang mencakup infrastruktur, cloud, platform hingga solusi berbasis AI. Perseroan menargetkan kapabilitas tersebut dapat memperluas akses terhadap teknologi AI bagi pelaku usaha dan masyarakat di Indonesia. Dari sisi infrastruktur, Indosat menyebut Zankore memperkuat kemampuan komputasi melalui kontrak jangka panjang dengan kapasitas 200 megawatt (MW). Sementara itu, RAIA Grid didukung jaringan fiber sepanjang 86.000 kilometer untuk memperkuat konektivitas bagi pelaku usaha, pengembang, peneliti dan masyarakat.
Kedua infrastruktur tersebut menjadi bagian dari pengembangan AI Factory dan ekosistem AI Indosat. Perseroan menargetkan pengembangan kapasitas AI tidak hanya meningkatkan kemampuan teknologi, tetapi juga menghasilkan nilai bagi dunia usaha dan masyarakat.
Selain infrastruktur, Indosat juga menyiapkan sumber daya manusia untuk mendukung pengembangan ekonomi berbasis AI. Perseroan menargetkan pemberdayaan hingga 2 juta talenta digital pada 2030 melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi, pemerintah, mitra teknologi dan pemangku kepentingan lainnya. Indosat juga tengah melakukan uji coba AI-RAN yang dirancang untuk menurunkan konsumsi energi hingga 20% dibandingkan jaringan konvensional. Melalui agenda tersebut, Indosat menargetkan pertumbuhan ekosistem AI yang tidak hanya bertumpu pada peningkatan kapasitas teknologi, tetapi juga membuka peluang digital yang lebih luas bagi masyarakat dan pelaku usaha di Indonesia. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News