RUPSLB Kalbe Farma terima pengunduran diri Ongkie Tedjasurja



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemegang saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) menerima pengunduran diri Ongkie Tedjasurja dari jajaran direksi perusahaan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang berlangsung Rabu (23/12). Sebelumnya, Ongkie menjabat sebagai Chief Marketing Officer (CMO) alias Direktur Pemasaran.

Dengan begitu, saat ini, hanya ada lima orang yang menduduki kursi dewan direksi Kalbe Farma. Sementara untuk dewan komisaris, tidak ada perubahan dalam jumlah dan susunannya.

Presiden Direktur PT Kalbe Farma Tbk Vidjongtius mengatakan, perubahan direksi ini disesuaikan dengan kebutuhan perkembangan bisnis Kalbe Farma ke depannya. Menurut dia, sejak pandemi Covid-19 merebak di Indonesia, kepedulian dan pemahaman masyarakat terhadap kesehatan meningkat pesat.


Sejalan dengan itu, kebutuhan makanan kesehatan, minuman kesehatan, produk kesehatan berbahan herbal, dan nutrisi kian meningkat. "Hal ini menjadi peluang besar untuk mengembangkan bisnis di segmen nutrisi kesehatan," kata dia dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (23/12).

Baca Juga: Kemenperin sedang menyusun draft Rencana Aksi Pengembangan Industri Fitofarmaka

Nah, menurut Vidjongtius, Ongkie sangat menguasai segmen tersebut. Oleh karena itu, Ongkie akan fokus dengan jabatan yang sudah diembannya, yakni sebagai Presiden Direktur di PT Sanghiang Perkasa atau yang dikenal KALBE Nutritionals.

"Saya berharap, langkah ini dapat memperbesar dan mempercepat pertumbuhan segmen nutrisi dan kesehatan Kalbe Farma, baik di domestik maupun luar negeri," ungkap dia.

Mengutip laporan keuangannya, Kalbe Farma mengantongi pendapatan bersih sebesar Rp 17,10 triliun sepanjang sembilan bulan pertama 2020 atau naik 1,6% secara tahunan. Kenaikan pendapatan KLBF ditopang oleh peningkatan penjualan segmen produk kesehatan, nutrisi, dan distribusi logistik.

Sebaliknya, segmen obat resep justru mengalami penurunan. Per kuartal III-2020, penjualan segmen ini terkikis 3,33% year on year menjadi Rp 3,77 triliun.

Selanjutnya: Saham Kalbe Farma (KLBF) lesu dibanding emiten farmasi BUMN, ini penyebabnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .