JAKARTA. Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2016-2025 sudah diteken oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said. Sayangnya, RUPTL itu tidak disambut baik oleh PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). PLN masih menolak adanya proyek High Voltage Direct Curent (HVDC) atau kabel bawah laut 500 kV Sumatera-Jawa dan meminta kepada Kementerian ESDM untuk segera meninjau ulang lantaran proyek tersebut dinilai tidak ekonomis. Sementara Manajer Senior Komunikasi PLN, Agung Murdifi mengatakan bahwa PLN masih harus melihat keekonomian proyek HVDC meskipun RUPTL sudah ditetapkan.
RUPTL diteken, PLN minta proyek HVDC dikaji ulang
JAKARTA. Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2016-2025 sudah diteken oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said. Sayangnya, RUPTL itu tidak disambut baik oleh PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). PLN masih menolak adanya proyek High Voltage Direct Curent (HVDC) atau kabel bawah laut 500 kV Sumatera-Jawa dan meminta kepada Kementerian ESDM untuk segera meninjau ulang lantaran proyek tersebut dinilai tidak ekonomis. Sementara Manajer Senior Komunikasi PLN, Agung Murdifi mengatakan bahwa PLN masih harus melihat keekonomian proyek HVDC meskipun RUPTL sudah ditetapkan.