Rusia Akan Impor Avtur dari Jepang di Tengah Krisis Energi Akibat Serangan Ukraina



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Rusia bersiap mengimpor bahan bakar pesawat (avtur) yang berasal dari Jepang melalui jaringan pedagang internasional. Langkah ini diambil ketika negara tersebut menghadapi krisis bahan bakar yang dipicu oleh serangan drone Ukraina terhadap infrastruktur energi Rusia.

Berdasarkan informasi dari tiga sumber yang mengetahui rencana tersebut, sedikitnya 200.000 barel avtur dijadwalkan dimuat dari Pelabuhan Chiba, Jepang, pada paruh pertama Juli 2026. Kargo tersebut akan dikirim terlebih dahulu ke Korea Selatan sebelum akhirnya diteruskan ke Rusia melalui skema perdagangan yang melibatkan beberapa perusahaan trader.

Dua sumber menyebutkan bahwa setelah tiba di Korea Selatan, muatan avtur tersebut diperkirakan akan dipindahkan ke kapal tanker lain, kemungkinan melalui proses ship-to-ship transfer di lepas pantai Pelabuhan Yeosu. Selanjutnya, kapal tersebut akan berlayar menuju Rusia, meski tujuan akhir pengiriman belum dapat dipastikan.


Baca Juga: Harga Minyak Dunia Stabil, Harapan Perdamaian AS-Iran Tekan Risiko Pasokan Global

Ketiga narasumber meminta identitas mereka dirahasiakan karena tidak memiliki kewenangan untuk memberikan pernyataan kepada media.

Hingga berita ini ditulis, Kementerian Energi Rusia belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar. Sementara itu, Kementerian Perindustrian Korea Selatan memilih tidak berkomentar, sedangkan Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang belum memberikan respons atas permintaan konfirmasi.

Pengiriman Serupa Pernah Terjadi pada 2022

Data pelacakan kapal Kpler menunjukkan bahwa pengiriman serupa terakhir yang tercatat menuju Rusia terjadi pada Februari 2022. Saat itu, sekitar 22.000 barel avtur dikirim dari Yeosu, Korea Selatan, menuju wilayah Vladivostok di kawasan Timur Jauh Rusia.

Rencana impor terbaru ini mencerminkan meningkatnya tekanan terhadap pasokan bahan bakar Rusia sejak fasilitas energi negara tersebut menjadi sasaran serangan drone Ukraina.

Krisis Bahan Bakar Ganggu Aktivitas Ekonomi Rusia

Serangan Ukraina terhadap kilang minyak dan depot penyimpanan bahan bakar Rusia telah memicu krisis energi yang berdampak pada berbagai sektor ekonomi.

Baca Juga: Alibaba Larang Karyawan Pakai Claude Code, Perseteruan dengan Anthropic Memanas

Krisis tersebut mulai mengganggu aktivitas masyarakat sehari-hari. Pemerintah Rusia bahkan telah memberlakukan pembatasan pembelian bahan bakar di sejumlah wilayah, sementara para petani memperingatkan bahwa keterbatasan pasokan solar dapat menghambat proses panen.

Data Kpler menunjukkan bahwa ekspor avtur Rusia tahun ini turun signifikan menjadi sekitar 13.000 barel per hari (bph), dengan sebagian besar pengiriman ditujukan ke Turki. Sebagai perbandingan, sepanjang tahun lalu Rusia masih mampu mengekspor sekitar 30.000 bph avtur.