KONTAN.CO.ID - MOSKOW. Rusia dan Ukraina saling menuduh melanggar kesepakatan untuk menahan diri dari serangan terhadap infrastruktur energi. Serangkaian serangan pesawat nirawak terjadi beberapa jam setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump melakukan panggilan telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada Selasa (18/3). Dalam percakapan tersebut, Trump mengusulkan gencatan senjata penuh selama 30 hari, yang sebelumnya telah disetujui oleh Ukraina. Namun, Putin menolak usulan tersebut dan hanya bersedia menghentikan sementara serangan terhadap infrastruktur energi. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy menerima usulan itu, tetapi tetap mengecam Rusia karena menolak gencatan senjata menyeluruh. Baca Juga: Rusia dan Ukraina Saling Tuduh Terkait Hambatan Pertukaran Tawanan Perang Pada Rabu (19/3), Moskow menuduh Ukraina menyerang stasiun pompa minyak di Rusia selatan. Sementara itu, Kyiv melaporkan bahwa Rusia telah menyerang rumah sakit, permukiman, dan merusak sistem listrik yang memengaruhi jalur kereta api. Zelenskiy menegaskan bahwa serangan tersebut menunjukkan Rusia belum siap untuk berdamai. Ia juga menekankan perlunya keterlibatan Amerika Serikat dalam memantau gencatan senjata. Kremlin mengklaim telah membatalkan rencana serangan terhadap infrastruktur energi Ukraina dan menembak jatuh tujuh pesawat nirawak Rusia yang menuju Ukraina. Namun, Rusia menuding Kyiv tetap melanjutkan serangan dan berusaha menggagalkan perjanjian tersebut.
Rusia dan Ukraina Saling Tuduh Langgar Kesepakatan Usai Pembicaran Putin dan Trump
KONTAN.CO.ID - MOSKOW. Rusia dan Ukraina saling menuduh melanggar kesepakatan untuk menahan diri dari serangan terhadap infrastruktur energi. Serangkaian serangan pesawat nirawak terjadi beberapa jam setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump melakukan panggilan telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada Selasa (18/3). Dalam percakapan tersebut, Trump mengusulkan gencatan senjata penuh selama 30 hari, yang sebelumnya telah disetujui oleh Ukraina. Namun, Putin menolak usulan tersebut dan hanya bersedia menghentikan sementara serangan terhadap infrastruktur energi. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy menerima usulan itu, tetapi tetap mengecam Rusia karena menolak gencatan senjata menyeluruh. Baca Juga: Rusia dan Ukraina Saling Tuduh Terkait Hambatan Pertukaran Tawanan Perang Pada Rabu (19/3), Moskow menuduh Ukraina menyerang stasiun pompa minyak di Rusia selatan. Sementara itu, Kyiv melaporkan bahwa Rusia telah menyerang rumah sakit, permukiman, dan merusak sistem listrik yang memengaruhi jalur kereta api. Zelenskiy menegaskan bahwa serangan tersebut menunjukkan Rusia belum siap untuk berdamai. Ia juga menekankan perlunya keterlibatan Amerika Serikat dalam memantau gencatan senjata. Kremlin mengklaim telah membatalkan rencana serangan terhadap infrastruktur energi Ukraina dan menembak jatuh tujuh pesawat nirawak Rusia yang menuju Ukraina. Namun, Rusia menuding Kyiv tetap melanjutkan serangan dan berusaha menggagalkan perjanjian tersebut.