Rusia dilaporkan membayar Taliban untuk membunuh pasukan Amerika di Afganistan



KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. New York Times melaporkan intelijen Amerika Serikat telah menyimpulkan bahwa unit intelijen militer Rusia yang terkait dengan upaya pembunuhan di Eropa telah menawarkan hadiah atas serangan kepada tentara Amerika pada tahun lalu.

Dilansir dari Reuters, surat kabar tersebut menerbitkan laporan yang mengatakan pasukan intelijen dan Operasi Khusus AS di Afghanistan memperingatkan atasannya pada Januari lalu atas dugaan komplotan Rusia untuk membayar hadiah untuk serangan tersebut.

Baca Juga: Modi memperingatkan pembalasan di tengah penumpukan militer China di wilayah Himalaya


Namun Presiden AS Donald Trump pada hari Minggu mengatakan dia tidak pernah diberitahu tentang upaya Rusia untuk membayar hadiah kepada militan Taliban untuk membunuh pasukan AS di Afghanistan.

"Tidak ada yang memberi pengarahan atau memberi tahu saya, @VP Pence, atau Kepala Staf @MarkMeadows tentang apa yang disebut sebagai serangan terhadap pasukan kami di Afghanistan oleh Rusia," tulis Trump lewat akun twitternya.

"Semua orang menyangkalnya & tidak ada banyak serangan pada kami," lanjut Trump.

Sementara Ketua Dewan Perwakilan Rakyat AS Nancy Pelosi mengatakan dia tidak mengetahui penilaian tersebut dan meminta Kongres untuk diberi pengarahan.

Baca Juga: Laksamana AS sebut China berupaya klaim kawasan Kutub Utara yang kaya sumber daya

Pelosi mengutip laporan New York Times dan bantahan Trump sebagai bukti bahwa presiden mengabaikan tuduhan terhadap Rusia untuk mengakomodasi Presiden Rusia Vladimir Putin. “Ada sesuatu yang sangat salah di sini. Tetapi hal ini harus memiliki jawaban,” katanya kepada ABC News.

Ia menambahkan bahwa Trump telah mendukung Putin dengan mengurangi kepemimpinan AS di NATO, mengurangi pasukan AS di Jerman dan mengundang Rusia kembali ke G8.

Editor: Tendi Mahadi