KONTAN.CO.ID - KYIV. Rusia kembali melancarkan serangan udara besar-besaran ke ibu kota Ukraina, Kyiv, pada Rabu (8/7/2026). Ini menjadi serangan ketiga ke Kyiv dalam waktu kurang dari sepekan, sekaligus memperlihatkan semakin terbatasnya kemampuan pertahanan udara Ukraina menghadapi rudal balistik Rusia. Serangan terbaru terjadi saat para pemimpin negara anggota NATO menggelar KTT di Ankara, Turki.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dijadwalkan bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy, dengan isu kebutuhan tambahan sistem pertahanan udara diperkirakan menjadi salah satu agenda utama pembahasan. Data Angkatan Udara Ukraina menunjukkan pasukan pertahanan berhasil mencegat 139 dari total 169 drone yang diluncurkan Rusia pada malam hari.
Baca Juga: Rusia Gempur Kyiv dengan Ratusan Drone dan Puluhan Rudal, Sedikitnya 18 Tewas Namun, lima rudal balistik yang ditembakkan Moskow seluruhnya lolos dari pencegatan. Kondisi ini mencerminkan semakin menipisnya stok rudal pencegat buatan Amerika Serikat yang menjadi satu-satunya sistem milik Ukraina yang mampu menghadapi rudal balistik. Sepanjang Juli, kemampuan pertahanan udara Ukraina juga terus melemah. Dari 54 rudal balistik yang diluncurkan Rusia sejak awal bulan, hanya empat yang berhasil ditembak jatuh. Dalam periode yang sama, serangan Rusia di Kyiv dan wilayah sekitarnya telah menewaskan sedikitnya 60 orang. Ledakan mengguncang Kyiv sesaat sebelum sirene peringatan serangan udara berbunyi. Otoritas setempat melaporkan seorang perempuan tewas dan dua orang lainnya mengalami luka-luka. Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko mengatakan serangan tersebut memicu kebakaran di area pergudangan dan sebuah bangunan nonhunian di dua distrik yang dipisahkan Sungai Dnipro. Rekaman di lokasi memperlihatkan dua gudang terbakar hebat, sementara petugas pemadam kebakaran berjibaku memadamkan api hingga pagi hari.
Baca Juga: Rusia Gempur Kyiv, 10 Tewas dan Puluhan Terluka dalam Serangan Balasan Serangan juga menghantam kota Kharkiv, kota terbesar kedua di Ukraina. Rudal Rusia merusak sejumlah rumah warga dan sebuah gereja. Serangan lanjutan pada Rabu menghantam sebuah bangunan permukiman dan menewaskan dua orang.
"Saya yakin perang ini bisa diselesaikan, mudah-mudahan dalam waktu dekat," kata Presiden AS Donald Trump di sela KTT NATO di Ankara. Di sisi lain, Rusia menyatakan akan terus melanjutkan operasi militernya meski menghadapi berbagai tantangan. Moskow tetap menuntut Ukraina menyerahkan sisa wilayah Donetsk yang hingga kini belum berhasil dikuasai sepenuhnya setelah lebih dari empat tahun perang berlangsung. Sementara itu, Ukraina juga melancarkan serangan balasan menggunakan drone ke wilayah Rusia pada malam yang sama. Otoritas Rusia melaporkan satu orang tewas dan sejumlah fasilitas industri mengalami kerusakan akibat serangan tersebut.