KONTAN.CO.ID - LONDON. Rusia serius menerapkan skema pembayaran gas menggunakan rubel. Bahkan skema tersebut adalah prototipe yang akan diperluas Rusia ke produk ekspor lainnya pasca Barat menerapkan sanksi ke Rusia. Sanksi yang diterapkan Barat membuat ekonomi Rusia menghadapi krisis paling parah sejak runtuhnya Uni Soviet pada 1991. Merespons sanski itu, Rusia atas perintah Preside Vladimir Putin pada 23 Maret 2022 menerapkan pembayaran pakai mata uang rubel untuk ekspor gas mereka ke Uni Eropa.Namun skema tersebut memungkinkan pembeli membayar dalam mata uang kontrak yang kemudian ditukarkan menjadi rubel oleh Gazprombank.
Rusia Ingatkan Barat, Skema Pembayaran Gas Pakai Rubel akan Diperluas ke Produk Lain
KONTAN.CO.ID - LONDON. Rusia serius menerapkan skema pembayaran gas menggunakan rubel. Bahkan skema tersebut adalah prototipe yang akan diperluas Rusia ke produk ekspor lainnya pasca Barat menerapkan sanksi ke Rusia. Sanksi yang diterapkan Barat membuat ekonomi Rusia menghadapi krisis paling parah sejak runtuhnya Uni Soviet pada 1991. Merespons sanski itu, Rusia atas perintah Preside Vladimir Putin pada 23 Maret 2022 menerapkan pembayaran pakai mata uang rubel untuk ekspor gas mereka ke Uni Eropa.Namun skema tersebut memungkinkan pembeli membayar dalam mata uang kontrak yang kemudian ditukarkan menjadi rubel oleh Gazprombank.