Rusia Klaim Gagalkan Serangan 400 Drone Ukraina ke Moskow, Dua Orang Terluka



KONTAN.CO.ID - MOSKOW. Ukraina melancarkan serangan besar-besaran menggunakan ratusan drone ke Moskow dan wilayah sekitarnya pada Minggu (20/7) malam hingga Senin (21/7) dini hari. Serangan tersebut menyebabkan dua orang terluka serta memicu kebakaran di sejumlah bangunan, menurut pejabat Rusia.

Gubernur Wilayah Moskow Andrei Vorobyov mengatakan bahwa sistem pertahanan udara dan perangkat peperangan elektronik Rusia berhasil menahan serangan tersebut.

“Pada malam hari, pasukan pertahanan udara dan sistem peperangan elektronik berhasil menggagalkan serangan drone di wilayah Moskow. Dampak utama tercatat di Podolsk, Domodedovo, dan Distrik Odintsovo,” tulis Vorobyov melalui aplikasi pesan Telegram.


Vorobyov menambahkan, dua orang mengalami luka-luka dan sejumlah fasilitas infrastruktur sipil terbakar serta mengalami kerusakan akibat serangan tersebut.

Wali Kota Moskow Sergei Sobyanin menyebut lebih dari 400 “drone musuh” diluncurkan ke wilayah Moskow dalam rentang waktu antara pukul 20.30 waktu setempat hingga pukul 05.00 pagi.

Baca Juga: Argentina Gagal Back-to-Back Juara Piala Dunia, Suporter Tetap Bangga pada Messi Cs

Sebagian besar drone tersebut, kata Sobyanin, berhasil dinetralisir oleh sistem pertahanan udara Rusia dari jarak jauh. Dari jumlah tersebut, sebanyak 85 drone dihancurkan saat mendekati ibu kota Rusia.

Di sisi lain, Wildberries, perusahaan ritel daring terbesar di Rusia, menyatakan pusat logistiknya di Distrik Podolsk sempat dievakuasi sebagai langkah pencegahan. Namun, operasional fasilitas tersebut kini telah kembali berjalan normal.

Baca Juga: Spanyol Naik Takhta Dunia Setelah Bekuk Argentina pada Final Piala Dunia 2026

Serangan drone Ukraina terhadap Rusia terus meningkat dalam beberapa hari terakhir. Pada Sabtu (18/7/2026), gelombang serangan drone dilaporkan menewaskan tujuh pekerja gudang milik Wildberries dan melukai puluhan orang lainnya. Serangan terpisah juga memicu kebakaran di sebuah depot minyak di kawasan Moskow yang lebih luas.

Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan bahwa sistem pertahanan udaranya berhasil menembak jatuh 381 drone Ukraina di berbagai wilayah Rusia, termasuk di kawasan Laut Hitam dan Laut Azov, sepanjang malam.

Serangan terbaru ini menandai eskalasi konflik udara antara Rusia dan Ukraina yang masih berlangsung, dengan kedua belah pihak semakin mengandalkan penggunaan drone untuk menyerang target-target strategis dan infrastruktur penting.