Rusia Klaim Telah Tembak Jatuh 250 Drone Ukraina yang Menuju Moskow



KONTAN.CO.ID - MOSKOW. Rusia pada Senin (16/3/2026) berhasil menembak jatuh sekitar 250 drone milik Ukraina yang menuju ibu kota Rusia selama akhir pekan. Para pejabat menyebutnya sebagai upaya serangan terbesar terhadap Moskow dalam setidaknya satu tahun terakhir.

Wali Kota Sergei Sobyanin mengatakan sistem pertahanan udara Rusia berhasil menggagalkan serangan tersebut sebelum drone mencapai wilayah ibu kota.

“Selama dua hari terakhir, pasukan pertahanan udara telah menghancurkan sekitar 250 UAV musuh saat mendekati Moskow maupun pada garis pertahanan kedua menuju Moskow,” kata Sobyanin melalui Telegram.


Baca Juga: Macron Sebut Pelonggaran Sanksi Minyak Rusia oleh AS Hanya Sementara

Perang antara Rusia dan Ukraina, serta konflik lain di kawasan seperti perang yang melibatkan Iran, menunjukkan meningkatnya penggunaan drone berbiaya relatif murah untuk menyerang target yang jauh. Drone dapat menghantam infrastruktur penting seperti fasilitas minyak maupun pusat populasi besar dengan biaya jauh lebih rendah dibandingkan pesawat tempur.

Sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 2022, Rusia secara intens menggunakan artileri dan drone untuk menyerang wilayah Ukraina. Sebaliknya, Ukraina juga melancarkan serangan ke wilayah Rusia menggunakan drone dan kelompok sabotase, termasuk menargetkan kilang minyak, jaringan pipa, serta beberapa pejabat militer Rusia.

Serangan akhir pekan tersebut sempat menyebabkan pembatasan penerbangan di sejumlah bandara utama Moskow, menurut otoritas pengawas penerbangan Rusia. Namun, pembatasan itu kemudian dicabut.

Tidak ada laporan korban jiwa dalam insiden tersebut. Sobyanin juga menyampaikan terima kasih kepada angkatan bersenjata Rusia atas respons mereka terhadap serangan tersebut.

Reporter Reuters di Moskow melaporkan mendengar sejumlah ledakan keras di berbagai wilayah kota dan daerah sekitar selama akhir pekan.

Moskow dan wilayah sekitarnya memiliki populasi sekitar 22 juta jiwa. Hingga kini belum ada komentar resmi dari pihak Ukraina mengenai klaim Rusia tersebut.

Baca Juga: Soal Stabilisasi Pasar Minyak Dunia, AS dan Rusia Punya Kepentingan Sama