Rusia Kuasai Kota Pekerja PLTN Chernobyl, Tiga Orang Tewas



KONTAN.CO.ID - LVIV. Pasukan Rusia telah menguasai kawasan Slavutych Ukraina, yang merupakan tempat tinggal dari para pekerja di pembangkit listrik tenaga nuklir Chernobyl.

Sabtu (26/3), kantor berita Interfax Ukraina, yang mengutip walikota setempat mengatakan, akibat serangan ini, tiga orang tewas.

Gubernur wilayah Kyiv, Oleksandr Pavlyuk, sebelumnya telah mengumumkan serangan tersebut dalam sebuah posting di media sosial.


Kota itu terletak tepat di luar zona pengecualian keselamatan di sekitar Chernobyl, lokasi bencana nuklir terburuk di dunia pada 1986, di mana staf Ukraina terus mengelola situs itu bahkan setelah wilayah itu diduduki oleh pasukan Rusia, segera setelah invasi dimulai pada 24 Februari silam.

"Slavutych telah diduduki sejak hari ini. Kami dengan gigih mempertahankan kota kami, tiga kematian telah dikonfirmasi sejauh ini," kata Wali Kota Yuri Fomichev seperti dikutip Interfax dalam sebuah posting Facebook. Dalam laporan itu tidak memberikan rincian tentang korban jiwa.

Baca Juga: Rusia Peringatkan Barat: Penagihan Rubel Untuk Ekspor Gas Tinggal Beberapa Hari Lagi

International Atomic Energy Agency mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka sedang memantau situasi dengan cermat dan menyatakan keprihatinan tentang kemampuan staf yang melakukan perputaran masuk dan keluar dari pembangkit listrik tenaga nuklir tersebut.

Di sisi lain, Pavlyuk juga tidak menjelaskan bagaimana kota itu direbut, tetapi mengatakan beberapa warga telah mengibarkan bendera besar Ukraina dan meneriakkan "Kemuliaan bagi Ukraina" sebagai protes.

Dia menambahkan, Rusia melepaskan tembakan ke udara untuk membubarkan protes di pusat kota dan telah melemparkan granat kejut ke kerumunan pengunjuk rasa.

Tidak ada komentar langsung dari Rusia tentang Slavutych.

Penasihat presiden Ukraina Oleksiy Arestovych menyebut, kota itu telah menjadi hotspot baru perang.

Baca Juga: Rusia-Ukraina Masih Memanas, Harga Gas Alam Semakin Melambung

Pada hari Jumat, Ukraina mengatakan pasukan Rusia telah mendekat ke kota, yang memiliki populasi sebelum perang sekitar 25.000 jiwa, dan telah meluncurkan serangan pertama yang gagal.

Moskow menyebut tindakannya di Ukraina sebagai "operasi militer khusus" untuk melucuti senjata tetangganya. Kyiv dan sekutunya dari Negara Barat menyebut invasi Rusia ini sebagai perang agresi yang tidak beralasan.

Editor: Anna Suci Perwitasari